UNESCO Khawatir 60 Bangunan Bersejarah di Lebanon Ambruk
TEMPO.CO | 13/08/2020 21:27
Sebuah pandangan menunjukkan akibat di lokasi ledakan bahan peledak di area pelabuhan Beirut, Lebanon, 5 Agustus 20200. Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjaid penyebab inside
Sebuah pandangan menunjukkan akibat di lokasi ledakan bahan peledak di area pelabuhan Beirut, Lebanon, 5 Agustus 20200. Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjaid penyebab insiden. REUTERS/Issam Abdallah

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Budaya dan Pendidikan PBB, UNESCO memperingatkan sebanyak 60 bangunan bersejarah di Lebanon berisiko ambruk akibat ledakan 2.750 ton amonium nitrat di gudang pelabuhan Beirut pada 4 Agustus lalu.

Dampak ledakan ribuan ton amonium nitrat itu dirasakan semua penduduk ibukota Lebanon. Kerusakan terparah terjadi di kota Gemmayzeh dan Mar-Mikhael karena jarak kota itu yang dekat dengan pelabuhan. Dua tempat ini menjadi rumah bagi sebagian besar bangunan bersejarah.

UNESCO pun menyatakan akan memimpin perlindungan terhadap 60 bangunan bersejarah di Lebanon.

"Masyarakat internasional juga telah mengirimkan sinyal kuat untuk mendukung Lebanon menyusul tragedi ini," kata Ernesto Ottone, asisten Direktur Jenderal Budaya UNESCO sebagaimana dilansir dri Arab News, 13 Agustus 2020.

Sarkis Khoury, kepala benda antik di Kementerian budaya di Lebanon melaporkan dalam satu pertemuan online pekan ini untuk berkoordinasi menanggapi sedikitnya 8 ribu bangunan terdampak ledakan amonium nitrat.

Namun, tidak hanya akibat ledakan bangunan-bangunan bersejarah di Lebanon berisiko runtuh, namun sebelum ledakan di Beirut terjadi telah muncul kekhawatiran di Lebanon tentang kondisi warisan di Beirut akan padatnya pembangunan dan ketiadaan perlindungan pada bangunan-bangunan bersejarah di kota yang padat penduduknya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT