Eksekutor Penembakan di Kelapa Gading Pakai Masker dan Topi
TEMPO.CO | 15/08/2020 14:30
Sketsa wajah yang diduga sebagai pelaku penembakan di Kelapa Gading, Jakarta Utara yang dikeluarkan oleh Polres Jakarta Utara. Dok: Polres Jakarta Utara
Sketsa wajah yang diduga sebagai pelaku penembakan di Kelapa Gading, Jakarta Utara yang dikeluarkan oleh Polres Jakarta Utara. Dok: Polres Jakarta Utara

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara telah merilis dua sketsa wajah terduga pelaku penembakan di Kelapa Gading dengan korban Sugianto, 51 tahun.

Kepala Polres Jakarta Utara Komisaris Besar Budi Herdhi Susianto mengatakan terduga pelaku yang bertugas sebagai eksekutor saat itu menggunakan masker dan topi.

Berdasarkan sketsa, terduga pelaku pertama itu merupakan seorang laki-laki yang diperkirakan berusia 35 tahun, berkulit bersih, serta tubuh agak kurus dengan tinggi 160 sentimeter (cm). “Saat kejadian yang bersangkutan menggunakan topi dan masker,” ujar Budhi dalam keterangannya pada Sabtu, 15 Agustus 2020.

Adapun terduga pelaku kedua, kata dia, bertugas menunggu dan membantu eksekutor untuk kabur setelah beraksi. Dalam sketsa yang dirilis, tergambar seorang pria bertubuh agak gemuk serta mengenakan jaket terbuka. Budhi menyebut terduga pelaku kedua itu berkulit hitam dengan tubuh agak gemuk, rambut ikal, serta tinggi sekitar 170 cm.

Salah seorang saksi yang diperiksa polisi mengatakan melihat kedua terduga pelaku berada di sekitar lokasi sebelum penembakan terjadi.
“Apabila ada yang mengetahui identitas pelaku atau informasi seputar kejadian agar menghubungi hotline: 0811 856 9696,” ujar dia.

Kejadian penembakan itu terjadi pada Kamis siang, 13 Agustus 2020. Saat itu korban sedang dalam perjalanan pulang ke rumah yang berada tak jauh dari kantornya di Ruko Royal Square. Ia pulang dengan berjalan kaki untuk makan siang. Setelah berjalan 50 meter dari kantornya, tiba-tiba ada seseorang mengacungkan senjata api dari belakang dan menembaknya.

Setelah menembak, pelaku segera kabur meninggalkan lokasi bersama seorang temannya yang sudah menunggu di sepeda motor, tak jauh dari lokasi penembakan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan Sugianto tewas akibat lima tembakan. Hal itu terungkap setelah jenazah bos perusahaan ekspedisi pelayaran itu divisum di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. “Ada lima tembakan yang kena korban. Tiga di dada, satu tembus, serta dua di muka, satu tembus,” ujar Yusri di kantornya hari ini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT