Demonstrasi di Thailand Desak PM Prayuth Chan-o-Cha Mundur
TEMPO.CO | 16/08/2020 17:25
Demonstrasi berlangsung di Thailand menuntut pembubaran parlemen dan pemerintah pada Sabtu, 18 Juli 2020. Reuters
Demonstrasi berlangsung di Thailand menuntut pembubaran parlemen dan pemerintah pada Sabtu, 18 Juli 2020. Reuters

TEMPO.CO, Bangkok – Lebih dari seribu demonstran di Thailand berkumpul di Ibu Kota Bangkok pada Ahad, 16 Agustus 2020.

Mereka menuntut pengunduran diri kabinet pemerintah, perubahan konstitusi dan penghentian tindakan gangguan aparat terhadap para aktivis oposisi.

Demonstran mengatakan aksi demonstrasi ini menunjukkan dukungan yang lebih luas untuk perubahan di luar gerakan mahasiswa, yang menggelar demonstrasi sebulan terakhir nyaris setiap hari.

“Kami berasal dari berbagai kelompok berbeda dan umur yang berbeda,” kata Kukkik, 29 tahun, yang merupakan seorang mahasiswa pasca-sarjana seperti dilansir Reuters pada Ahad, 16 Agustus 2020.

Demonstran meneriakkan slogan seperti “Diktator jatuh, hidup demokrasi”.

Demonstran juga mendesak PM Prayuth Chan-ocha, yang sempat memimpin juta militer dengan melakukan kudeta selama lima tahun, untuk mundur.

Mahasiswa juga meminta pengurangan kekuasaan monarki atau kerajaan, yang sebelumnya menjadi obyek tabu dalam politik nasional Thailand.

Demonstran berkumpul di Monumen Demokrasi dan menggelar salah satu demonstrasi terbesar sejak Prayuth berkuasa setelah memenangi pemilu bersengketa pada 2019.

Ada sekitar 600 polisi dikerahkan untuk menjaga keamanan selama demonstrasi berlangsung.

Demonstrasi di Thailand ini dibayangi demonstrasi pendukung kerajaan, yang membawa foto Raja Maha Vajiralongkorn dan anggota kerajaan lainnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT