Lalu Lintas Kian Padat, Contraflow di Tol Cikampek Diperpanjang hingga Km 61
TEMPO.CO | 20/08/2020 11:47
Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek arah Jakarta di Karawang, Jawa Barat, Minggu, 2 Agustus 2020. PT Jasa Marga (persero) Tbk memprediksi puncak arus balik libur Idul Adha 1441 H terjadi pada 2 Agustus hingga 3 Agustus. ANTARA FOTO/M Ibnu
Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek arah Jakarta di Karawang, Jawa Barat, Minggu, 2 Agustus 2020. PT Jasa Marga (persero) Tbk memprediksi puncak arus balik libur Idul Adha 1441 H terjadi pada 2 Agustus hingga 3 Agustus. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

 TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperpanjang rekayasa lalu lintas contraflow dari KM 47 hingga KM 61 Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, skenario tersebut hanya diterapkan di KM 47 hingga KM 53 Tol Cikampek karena padatnya arus lalu lintas.

“Dengan diberlakukannya contraflow ini, Jasa Marga berharap kepadatan kepadatan lalu lintas kendaraan yang terjadi di titik pertemuan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah di KM 48 terurai,” kata General Manager Representative Office 1 Jasa Marga Transjawa Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati, Kamis, 20 Agustus 2020.

Contraflow dilakukan atas diskresi Korlantas Polri. Selain memberlakukan rekayasa contraflow, Jasa Marga menetapkan kebijakan buka-tutup situasional pada titik menjelang rest area di KM 50 dan KM 57.

Meski lalu-lintas padat di sejumlah lajur, Widiyatmiko menyatakan situasi menjelang Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama arah Cikampek cenderung lancar. “Saat ini terpantau antrean 4-5 kendaraan dengan kapasitas gardu tol beroperasi maksimal,” tuturnya.

Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk memastikan kendaraannya dalam keadaan prima. “Pengguna jalan sebaiknya mengisi bahan bakar sebelum memulai perjalanan serta membawa bekal untuk menghindari kerumunan atau kepadatan di rest area,” katanya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan tren mudik pada periode libur cuti bersama ini berbeda dengan libur akhir pekan panjang HU RI 14-17 Agustus kemarin. Pada periode libur akhir pekan lalu, masyarakat lebih banyak melakukan perjalanan dari Jakarta ke tujuan jarak pendek seperti Bandung dan Bogor.

“Kalau untuk libur kali ini, pengguna jalan banyak ke arah jarak jauh,” katanya saat dihubungi, Kamis pagi. Budi Setiyadi memperkirakan arus puncak mudik cuti bersama telah terjadi semalam, 19 Agustus 2020, dan masih akan berlangsung sampai hari ini. Sedangkan puncak balik diperkirakan terjadi pada Ahad, 23 Agustus 2020.

Baca juga: Lalu Lintas Padat di KM 48 Tol Cikampek, Jasa Marga Berlakukan Contraflow


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT