Bio Farma - Sinovac Sepakati Produksi 40 Juta Vaksin Covid-19 untuk RI
TEMPO.CO | 20/08/2020 20:34
(ki-ka): Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, 
dan R
(ki-ka): Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, dan R

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan farmasi pelat merah, PT Bio Farma (Persero), menyepakati kerja sama penyediaan vaksin Covid-19 dengan Sinovac Biotech Ltd. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di Kota Sanya, Cina, Kamis, 20 Agustus 2020 dan disaksikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi serta Menteri BUMN Erick Thohir.

“Kami menyaksikan perjanjian Bio Farma dan Sinovac untuk kerja sama vaksin. Ada dua dokumen yang ditandatangani,” kata Retno dalam konferensi virtual, Kamis petang, 20 Agustus 2020. 

Dalam lembar kerja sama yang pertama, kedua perusahaan menyepakati komitmen ketersediaan vaksin Covid-19 hingga 40 juta dosis. Vaksin ini akan disediakan mulai Novemeber 2020 hingga Maret 2021.

Sedangkan pada lembar dokumen kedua, Sinovac akan memberikan prioritas penyediaan vaksin kepada Bio Farma setelah Maret 2021 hingga akhir 2021. “Ini kerja sama yang cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac,” ujar Retno.

Adapun Erick Thohir mengatakan kerja sama Bio Farma dan Sinovac bersifat win-win solution. Erick menjelaskan, Sinovac akan memberikan transfer teknologi kepada Bio Farma. “Jadi Bio Farma bukan tukang jahit,” ucapnya. Erick menargetkan, imunisasi massal untuk vaksin corona  terselenggara mulai awal tahun depan.

Selain menggelar pertemuan dengan Sinovac, Indonesia juga tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan farmasi Cina lainnya, yaitu CanSino Biologics dan Sinopharm. Erick menyebut, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang dipimpinnya bakal mengupayakan berbagai cara untuk mengurangi penyebaran virus sambil terus mengembangkan vaksin Merah Putih dan melakukan terapi penyembuhan.

Ia menambahkan, Indonesia juga akan terbuka dan menjajaki kerja sama internasional lainnya untuk memastikan ketersediaan vaksin Covid-19 yang aman dan efektif. Ia memastikan kapasitas produksi dan distribusi di dalam negeri untuk produksi dan vaksinasi massal akan terpenuhi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT