Polisi Ungkap Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo
TEMPO.CO | 22/08/2020 16:16
Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com
Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

TEMPO.CO, Sukoharjo - Seorang pemilik persewaan mobil ditemukan tewas bersama istri dan kedua anaknya di rumahnya di Sukoharjo, Jawa Tengah. Polisi mampu membekuk tersangka pembunuhan itu dalam waktu beberapa jam sejak laporan diterima.

Kepala Polres Sukoharjo Ajun Komisaris Besar Bambang Yugo Pamungkas menyebut polisi mendapat laporan penemuan mayat sekeluarga itu pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB. “Kami langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara dan baru selesai pada hari ini pukul 01.00 WIB,” katanya, Sabtu 22 Agustus 2020.

Polisi selama empat jam memeriksa sejumlah saksi serta bukti-bukti yang ditemukan. “Pagi tadi pukul 04.00 WIB kami berhasil meringkus tersangka,” kata Bambang. Menurutnya, tersangka bernama HT itu masih terhitung kawan dari korban.

Menurut Bambang, pelaku membunuh keluarga itu lantaran ingin menguasai mobil milik korban. Pelaku butuh uang karena punya hutang yang cukup besar. Diperkirakan pembunuhan terjadi pada Rabu dinihari lalu. Usai membunuh, pelaku melarikan mobil milik korban.

Pembunuhan sekeluarga tersebut dilakukan menggunakan pisau dapur yang diduga didapatkan dari rumah korban. “Kami terus mendalami alasan tersangka yang menyebabkan dia harus membunuh satu keluarga itu,” ujar Bambang. Polisi juga telah berhasil mendapatkan barang bukti berupa mobil yang telah digadaikan oleh tersangka. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus ini.

Pembunuhan itu terungkap saat salah satu warga mencium bau tidak sedap dari dalam rumah korban. “Semalam ada yang mencium bau busuk dan melaporkan ke warga lainnya,” kata Ketua RW setempat, Suratno. Warga lantas mencoba mengintip ke dalam rumah.

Mereka kaget saat melihat tetangganya itu ternyata telah tewas. Kondisinya sudah mulai membusuk. “Tubuhnya sudah bengkak,” katanya. Suratno lantas melaporkan temuannya itu ke Polsek Baki. “Warga saya larang memasuki rumah sebelum polisi datang,” ujar Suratno.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT