Hampir Siap, Erick Thohir Beberkan Harga Vaksin Covid-19
TEMPO.CO | 28/08/2020 05:06
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi beserta Menteri BUMN Erick Thohir berkunjung ke Cina untuk menemui tiga perusahaan biofarmasi yang memproduksi vaksin Covid-19, Kamis, 20 Agustus 2020. (sumber: Twitter)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi beserta Menteri BUMN Erick Thohir berkunjung ke Cina untuk menemui tiga perusahaan biofarmasi yang memproduksi vaksin Covid-19, Kamis, 20 Agustus 2020. (sumber: Twitter)

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir mengatakan pihaknya telah menghitung biaya vaksin Covid-19. Ia pun telah memiliki detail terkait harga yang akan dikenakan.

"Perhitungan awal kami, vaksin ini untuk harganya 25 dolar Amerika Serikat (Rp 365 ribu) hingga 30 dolar (Rp 438 ribu) per orang. Namun Bio Farma sedang menghitung ulang berapa harganya. Nantinya satu orang akan disuntik dua kali dengan jeda dua minggu," kata Erick saat rapat bersama Komisi VI DPR-RI, Kamis, 27 Agustus 2020.

Adapun Erick pun sudah mempunyai dua skema pendistribusian vaksin Covid-19 yakni, pemberian vaksin gratis bagi peserta BPJS Kesehatan dan vaksinasi mandiri bagi masyarakat ekonomi mampu.

Erick menjelaskan, penetapan harga vaksin per orang tersebut telah sesuai dengan harga bahan baku vaksin per dosis sebesar US$ 8  atau setara dengan Rp 116 ribu yang dibeli pemerintah. Meski begitu, dia menduga pada 2021 harga bahan baku vaksin akan turun di kisaran US$ 6 hingga US$ 7 per dosis.

Pada kesempatan yang lain, Erick Thohir mengatakan, bakal ada 30 juta dosis vaksin yang akan diperoleh pemerintah dari perusahaan G42 asal Uni Emirat Arab (UEA) dan perusahaan Sinovac asal Cina pada akhir tahun 2020.

Dua BUMN yakni PT Bio Farma (Persero) dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk. terus menjalin komunikasi intensif dengan perusahaan Cina dan Uni Emirat Arab (UEA) terkait pengadaan vaksin. "Kalau satu orang memerlukan dua dosis, maka 15 juta orang yang akan divaksin di akhir 2020, kalau uji klinisnya berjalan dengan baik," katanya

Kendati demikian, Erick menjelaskan terkait  uji klinis vaksin Covid-19 ini masih terus dilakukan. Rencananya, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional akan mengambil sejumlah langkah strategis di sektor kesehatan untuk mencegah penyebaran virus dan penanganan dampak pandemi Covid-19 pada 2021.

Salah satunya, memperkuat kerja sama dengan negara lain untuk memperoleh vaksin lebih banyak lagi. "Di tahun 2021 sendiri, total komitmen ini kita masih me-arrange, ada yang 290 juta sampai 340 juta," ujar Erick.

Baca juga: Pertamina Rugi Rp 11 T, Erick Thohir Pastikan Direksi dan Komisaris Tak Diganti


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT