Trending Bisnis: Erick Thohir Tak Ganti Bos Pertamina Hingga Isu Rush Money
TEMPO.CO | 28/08/2020 06:26
Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis
Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Kamis, 27 Agustus 2020, dimulai dari Menteri BUMN Erick Thohir yang memastikan tak bakal mengganti jajaran direksi dan komisaris PT Pertamina (Persero). Selain itu ada juga soal imbauan bos Otoritas Jasa Keuangan atau OJK ke masyarakat saat mendengar isu rush money di perbankan.

Berita lainnya yang membetot perhatian pembaca adalah pernyataan Presiden Jokowi soal subsidi gaji, konsekuensi bila uji materi UU Penyiaran dikabulkan oleh MK. Ada juga soal pernyataan Ganjar Pranowo soal pembukaan bioskop hingga target Hutama Karya mengoperasikan dua ruas tol Trans Sumatera pada tahun ini.    

Keenam topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya enam berita bisnis yang trending tersebut:

1. Pertamina Rugi Rp 11 T, Erick Thohir Pastikan Direksi dan Komisaris Tak Diganti

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan tidak ada rencana pergantian direksi maupun komisaris PT Pertamina (Persero) meski perseroan mencatatkan kerugian sekitar Rp 11 triliun pada semester I-2020. Malah, dia menilai kinerja Pertamina dinilai lebih membaik dari pada perusahaan migas lainnya dalam pandemi Covid-19.

"Pertamina kan ruginya kelihatan, kalau kita perbandingkan dengan Exxon dengan Eni (Eni S.p.A, perusahaan migas multinasional Italia), jauh lah. Justru, perusahaan yang lain itu jauh lebih rugi dari Pertamina," kata Erick Thohir, usai melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2020.

Ia lalu menyebutkan selama ini berprinsip agar jajaran direksi perusahaan tidak perlu dirombak selama kinerjanya baik. "Saya prinsipnya angkat direksi jangan diganti-ganti. Kan, saya di awal sudah bilang selama KPI-nya (Key Performance Indicators) tercapai, terus dibilang Pak Erick pilih kasih main pecat-pecat saja, nggak loh."

Baca selengkapnya mengenai Pertamina di sini.

2. Soal Isu Rush Money di Bank, OJK: Kalau Iseng Sebar Kebohongan, Laporkan Polisi

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta masyarakat tak mempercayai desas-desus yang disampaikan pihak-pihak tak bertanggung jawab di media sosial tentang isu kebangkrutan perbankan. Informasi sumir itu sebelumnya disebut telah mengajak masyarakat melakukan rush money atau menarik uang besar-besaran di bank.

“Soal ajakan orang (menarik uang di bank), kalau iseng menyebar kebohongan ya dilaporkan polisi, ditanya apa maksudnya dan diproses. Sebab itu tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya bahwa likuiditas bank baik. Suplai likuiditas cukup melimpah,” tutur Wimboh dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Kamis, 27 Agustus 2020.

Wimboh menjelaskan, pemerintah telah memiliki mitigasi agar likuiditas perbankan tidak kering selama masa pandemi. Belum lama ini, misalnya, pemerintah telah mengucurkan dana Rp 30 triliun lewat Himbara atau himpunan bank negara yang ditujukan bagi penyaluran kredit UMKM.

Baca selengkapnya tentang rush money di sini.

3. Cairkan Subsidi Gaji, Jokowi: Reward untuk yang Rajin Bayar Iuran BPJS

Presiden Joko Widodo alias Jokowi secara resmi meluncurkan bantuan subsidi upah atau BSU gelombang pertama pada Kamis, 27 Agustus 2020. Bantuan atau subsidi gaji ini diberikan kepada pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta.

Jokowi mengatakan, stimulus ini diberikan kepada perusahaan dan pekerja yang rajin membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek hingga 30 Juni 2020. “Artinya diberikan sebagai penghargaan, reward, kepada pekerja dan perusahaan yang patuh selalu membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya dalam konferensi virtual, Kamis, 27 Agustus 2020.

Jokowi menerangkan pencairan dilakukan secara bertahap. Pada gelombang pertama hari ini, subsidi dicairkan untuk 2,5 juta pekerja. “Ada yang menerima hari ini, ada yang menerima besok,” ucapnya. Setelah subsidi cair, ia berharap konsumsi rumah tangga akan terkerak naik.

Baca selengkapnya mengenai Jokowi di sini.

4. RCTI Ajukan Uji Materi UU Penyiaran, Kominfo Sebut Dampaknya Bila Dikabulkan

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M Ramli angkat bicara menanggapi uji materi Undang-undang Penyiaran atau uji materi UU Penyiaran yang dilakukan oleh RCTI dan iNews TV.

RCTI dan iNews TV mengajukan uji materi karena menilai pengaturan penyiaran berbasis internet dalam Pasal 1 ayat 2 UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran ambigu dan menyebabkan ketidakpastian hukum. Mereka meminta agar penyedia layanan siaran melalui internet turut diatur dalam Pasal 1 ayat 2 UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Lebih jauh, Ramli menyatakan, bila permohonan pengujian Undang-Undang Penyiaran dikabulkan, masyarakat tidak lagi bebas memanfaatkan fitur siaran dalam platform media sosial. Pasalnya, siaran hanya boleh dilakukan oleh lembaga penyiaran yang berizin.

Baca selengkapnya tentang uji materi UU Penyiaran di sini.

5. Beda dengan Anies Baswedan, Ganjar Pranowo Minta Bioskop Tak Segera Dibuka

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbeda pandangan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal pembukaan bioskop. Ganjar malah meminta pengelola bioskop tak buru-buru membuka tontonan layar lebar tersebut karena penularan Covid-19 di beberapa daerah Jawa Tengah masih tinggi, khususnya Kota Semarang.

Ganjar khawatir bioskop akan menjadi tempat penularan Covid-19 karena tempatnya tertutup. "Apalagi Kota Semarang, saya menyarankan jangan sekarang," katanya, Kamis, 27 Agustus 2020.

Jika memang bioskop terpaksa tetap dibuka, Ganjar minta ada alat penunjang protokol kesehatan. Sebagai contoh, Ganjar meminta setiap bioskop yang akan beroperasi dilengkapi Hepa Filter.

Baca selengkapnya mengenai Ganjar Pranowo di sini.

6. Sebelum Akhir Tahun, Hutama Karya Akan Operasikan Dua Ruas Tol Trans Sumatera

PT Hutama Karya (Persero) berniat mengoperasikan dua ruas Jalan Tol Trans Sumatera lagi sebelum penghujung tahun ini. Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Muhammad Fauzan, mengatakan manajemen semakin optimistis mengejar target usai peresmian Seksi 4 Tol Sigli  - Banda Aceh sepanjang  13,5 kilometer pada Selasa lalu.

“Target kami masih on the track,” ujarnya kepada Tempo, Rabu 26 Agustus 2020. Sejak 2016, perusahaan sudah merampungkan dan mengoperasikan jalur Bakauheni – Terbanggi Besar – Pematang Panggang hingga 325 kilometer. Panjang operasional itu sudah mencakup sebagian seksi di ruas Kayu Agung – Palembang - Betung.

Bila ditotal dengan ruas Palembang – Indralaya, Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi, serta ruas Belawan – Tanjung Morawa, sudah terdapat 469 kilometer jalan bebas hambatan bertarif yang membelah bagian utara hingga selatan Pulau Sumatera saat ini.

Baca selengkapnya tentang Hutama Karya di sini.

Baca juga: Beredar Video Ahok Sebut Bakal Bubarkan Pertamina, Respons Ombudsman?


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT