Terima Bantuan Alat PCR, Pemkab Bogor Optimistis Penuhi Target Tes Swab
TEMPO.CO | 31/08/2020 09:43
Video conference Pemkab Bogor dengan Pemprov Jawa Barat simbolis penyerahan alat PCR portable di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, 30 Agustus 2020. ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor
Video conference Pemkab Bogor dengan Pemprov Jawa Barat simbolis penyerahan alat PCR portable di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, 30 Agustus 2020. ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis memenuhi target yang ditetapkan World Health Organization atau WHO, yakni tes swab kepada satu persen dari jumlah populasi, setelah mendapatkan bantuan alat polymerase chain reaction (PCR) portable dari Pemprov Jawa Barat.

"Ini sesuai target yang ditetapkan WHO untuk melakukan swab test satu persen dari jumlah populasi, alat ini akan sangat membantu," ujar Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan usai penyerahan PCR portable secara simbolis dari Gubernur Ridwan Kamil melalui video conference, di Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu, 30 Agustus 2020.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Melonjak 1.114, Dinas Kesehatan: Efek 2 Kali Long Weekend

Menurut Iwan bantuan satu alat PCR Portable ini akan memenuhi target pelaksanaan tes usap terhadap 1 persen jumlah warga Kabupaten Bogor yang kini sudah menembus angka 6 juta jiwa.

"Alhamdulillah ini bisa meringankan upaya pencapaian target swab test yaitu kalau 1 persen dari jumlah penduduk kita, berarti harusnya 60.000 test," kata politisi Partai Gerindra itu.

Sebagai informasi, Pemprov Jawa Barat memberikan bantuan alat PCR portable untuk melakukan tes swab kepada 27 Pemerintah Daerah (Pemda) di wilayahnya. Selain untuk meningkatkan rasio tes Covid-19 di Jawa Barat, alat PCR juga digunakan untuk menelusuri potensi klaster Covid-19 di daerah pelosok dan kawasan Industri.

“Dengan alat PCR portable akan diketahui hasilnya setelah 40 menit dan alat ini dapat melakukan testing 100 sampel per hari. PCR ini harganya 1 milyar per unit dibeli dari APBD Provinsi, jadi tolong dimaksimalkan penggunaannya," kata Ridwan Kamil.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT