Anies Baswedan Janjikan Tambah Kamar Isolasi dan ICU Pasien Covid-19
TEMPO.CO | 02/09/2020 05:33
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) didampingi Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara (kiri) meninjau kesiapan lokasi isolasi sementara penangangan Covid-19 di Gedung Balai Latihan Kesenian Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ahad, 17 Mei 2020. Gedu
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) didampingi Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara (kiri) meninjau kesiapan lokasi isolasi sementara penangangan Covid-19 di Gedung Balai Latihan Kesenian Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ahad, 17 Mei 2020. Gedung tersebut akan digunakan sebagai tempat isolasi sementara bagi warga yang hasil tes cepatnya (rapid test) reaktif. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bakal meningkatkan kapasitas kamar perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit. Saat ini kapasitas kamar isolasi dan ICU pasien Covid-19 telah terisi lebih dari 70 persen.

"Kita menyaksikan kapasitas memang di atas 70 persen. Idealnya di bawah 60 persen. Jadi sekarang kami akan tambah lagi kapasitas tempat tidur ICU maupun ruang isolasi di rumah sakit," kata Anies dalam rekaman suara yang diberikan Humas DKI, Selasa, 1 September 2020.

Baca Juga: Anies Mau Hentikan PSBB Transisi, Epidemiolog: Ungkap Indikatornya

Anies tak merinci berapa jumlah kamar isolasi dan ICU yang mau ditambah. Adapun rumah sakit di Ibu Kota ada sebanyak 190. "Kami akan tambah masuk dalam sistem rumah sakit rujukan."

Jumlah rumah sakit rujukan di DKI saat ini mencapai 67 rumah sakit. Jumlah tempat tidur isolasi mencapai 4.456 unit dan ruang ICU 483 unit.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti sebelumnya mengatakan kapasitas tempat tidur isolasi dan ruang ICU rumah sakit rujukan Covid-19 di Ibu Kota telah terisi 70 persen. "Sekarang (pasien Covid-19) naik hampir 70 persen," kata Widyastuti di Balai Kota DKI, Jumat, 28 Agustus 2020.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT