Viral Pemukulan Sopir Bajaj Hingga Pingsan, Polisi: Dikeplak Teman Sendiri
TEMPO.CO | 05/09/2020 05:10
Ilustrasi pemukulan. Shutterstock.com
Ilustrasi pemukulan. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pemukulan kepala sopir bajaj hingga pingsan yang viral di media sosial ternyata dilakukan oleh temannya sendiri. Korban, Herman Wijaya, 50, sempat tak sadarkan diri karena mengalami luka robek di bagian kepala setelah dipukul menggunakan batu timbangan. 

Pelaku pemukulan diduga teman korban yang bernama Ucok. Pelaku diperkirakan menghantam kepala belakang kawannya karena sakit hati setelah diledek oleh korban. 

"Iya itu awalnya bercanda-candaan. Habis ledek-ledekan, dikeplak aja itu korban dari belakang," ujar Kapolsek Setiabudi AKBP I Made Sutha saat dihubungi, Jumat, 4 September 2020. 

Sutha menuturkan Ucok merupakan buruh di Pasar Rumput, Jakarta Selatan. Antara korban dan pelaku merupakan teman dan kerap saling bercanda. "Dia saling ejek-ejek gimana, terus dongkol kan ya," kata Sutha. 

Akibat pemukulan itu, korban mengalami luka robek di kepala dan harus mendapat tiga jahitan. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo oleh warga sekitar untuk mendapat perawatan.

Baca juga: Sopir Bajaj Dipukul Orang Tak Dikenal Hingga Pingsan di Pasar Rumput

Kepada polisi, Herman mengaku pusing dan sakit kepala karena pemukulan itu. 

Hingga saat ini, Sutha mengatakan masih mencari Ucok, pelaku pemukulan. Usai memukul korban hingga pingsan, Ucok langsung kabur dari lokasi. 

"Korban juga belum laporan, baru selesai dari rumah sakit, baru visum," kata dia. 

Video pemukulan terhadap Herman sebelumnya sempat viral di media sosial. Kejadian itu terjadi di Pasar Rumput, Jakarta Selatan pada Jumat pagi pukul 06.30. 

Dalam video yang beredar, terlihat korban sedang berjalan di lokasi yang sepi sambil kedua tangannya menenteng tas belanja. Hingga tiba-tiba Ucok memukul kepala sopir bajaj itu dari belakang hingga tersungkur. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT