Giliran Banten Siap Tampung Pasien Covid-19 Jika RS di Jakarta Sudah Kewalahan
TEMPO.CO | 11/09/2020 23:55
Petugas medis menunjukkan kertas bertuliskan kata-kata penyemangat yang diberikan oleh Komunitas Taman Potret pada Hari Kartini di Rumah Sakit Umum Kota Tangerang, Banten, Selasa, 21 April 2020. Aksi memberikan karangan bunga dan alat pelindung diri (APD)
Petugas medis menunjukkan kertas bertuliskan kata-kata penyemangat yang diberikan oleh Komunitas Taman Potret pada Hari Kartini di Rumah Sakit Umum Kota Tangerang, Banten, Selasa, 21 April 2020. Aksi memberikan karangan bunga dan alat pelindung diri (APD) kepada para dokter dan perawat wanita yang ada di RSUD Kota Tangerang sebagai bukti pemberian semangat kepada mereka Kartini masa kini. ANTARA/Fauzan

TEMPO.CO, Serang -Pemerintah Provinsi Banten memastikan siap menerima limpahan pasien Covid-19 dari Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta apabila di Ibu Kota terjadi kelebihan kapasitas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, sejak awal pandemi masing-masing daerah di Jabodetabek dan sekitarnya sudah saling merawat pasien Covid-19 dari luar. Oleh karenanya, Banten pun saat ini siap menerima pasien dari DKI Jakarta.

"Selama berlangsungnya pandemi warga Jabodetabek ada yang dirawat di masing-masing daerah tersebut. Contoh ada warga DKI, Bekasi, Depok dan Bogor yang dirawat di RS di wilayah Provinsi Banten. Begitu juga sebaliknya, ada warga Banten yang dirawat di Jakarta, Bekasi, Depok dan Bogor," ujar Ati Jum’at, 11 September 2020.

Ati menegaskan, Provinsi Banten selaku daerah penyangga, memastikan siap untuk menerima limpahan pasien dari DKI Jakarta. Sebab saat ini ruang perawatan pasien Covid-19 di wilayah provinsi banten masih tersedia.

Menurutnya, saat ini ada sebanyak 114 rumah sakit di wilayah banten yang menangani pasien corona. Kendati kasus di Banten juga mengalami peningkatan namun hingga saat ini ruang rawat pasien Covid tersebut masih cukup.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi Banten total ada sebanyak 3.261 kasus di Banten, sebanyak 722 diantaranya masih dirawat, sebanyak 2.391 sembuh dan sebanyak 148 meninggal dunia. “Terus kita dilakukan pemantauan, sampai saat ini pasien-pasien Covid di Banten yang membutuhkan perawatan di RS masih tertampung,” katanya.

Ati menjelaskan, jika terjadi over kapasitas di rumah sakit yang menampung pasien Covid-19, pihaknya akan menjadikan kembali Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten menjadi RS Rujukan Covid-19.

Kini RSUD Banten sendiri untuk melayani pasien corona bersamaan dengan pelayanan kesehatan umum. Dari 250 ranjang, 100 diantaranya diperuntukkan bagi pasien yang terpapar virus corona. "150 untuk pasien non covid, 100 untuk pasien covid. Jika bed nya sudah digunakan 90 kami akan siap kembali membuka seluruh bed untuk Covid-19," katanya.

Seperti diketahui, RSUD Banten pernah dioperasionalkan sebagai RS Pusat Rujukan Covid-19 Provinsi Banten sejak 25 Maret hingga 27 Juli 2020. Rumah sakit milik Pemprov Banten tersebut saat ini sudah kembali menerima pasien umum karena pada saat itu jumlah kasus Covid-19 sudah mulai berkurang. “Selama menjadi pusat rujukan, RSUD Banten sudah menangani sebanyak 355 pasien Covid-19,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tempat tidur isolasi dan ruang perawatan intensif (ICU) untuk merawat pasien Covid-19 telah memasuki fase kritis.

Pemerintah DKI memperkirakan tempat isolasi yang disiapkan tidak akan mampu menampung pasien Covid-19 per 17 September 2020. Saat ini Pemerintah DKI mempunyai 4.053 tempat tidur isolasi untuk pasien yang terpapar virus corona.

"Meskipun kapasitas ruang isolasi khusus Covid-19 ditingkatkan sebanyak 20 persen menjadi 4.807 tempat tidur, maka seluruh tempat tidur itu akan penuh sekitar tanggal 6 Oktober 2020," kata Anies.

Baca juga: DKI Jakarta PSBB Total Mulai Senin, Bupati Tangerang Bilang Begini

WASIUL ULUM


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT