Penularan Corona di Lebak Mengkhawatirkan, Pasien Covid-19 Menjadi Empat Orang
TEMPO.CO | 12/09/2020 08:19
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan screening rapid test COVID-19 di 11 lokasi yang tersebar di lima kabupaten/kota yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. antaranws.com
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan screening rapid test COVID-19 di 11 lokasi yang tersebar di lima kabupaten/kota yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. antaranws.com

TEMPO.CO, Jakarta -  Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Lebak, Banten sampai dengan Jumat bertambah menjadi empat orang. Sedangkan sehari sebelumnya tiga orang.

"Bertambahnya satu pasien yang meninggal itu seorang warga Rangkasbitung," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Triatno Supiyono di Lebak, Jumat, 11 September 2020.

Baca Juga: Jakarta Pusat Bolehkan Pasien Covid-19 OTG Jalani Isolasi Mandiri, Ini Sebabnya

Warga meninggal dunia akibat Covid-19 di Kabupaten Lebak hingga kini totalnya empat orang dan mereka kebanyakan dari Rangkasbitung. Penderita Covid-19 yang meninggal dunia itu, telah menjalani perawatan medis RSUD Banten.

Berdasarkan data yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lebak 86 orang, 37 orang di antaranya dinyatakan sembuh, 45 orang menjalani perawatan medis di RSUD Banten dan isolasi mandiri, sedangkan empat orang lainnya dilaporkan meninggal dunia.

"Semua pasien yang terpapar virus corona dan dimakamkan secara protokol Covid-19 berjalan lancar dan tidak ada penolakan warga," katanya.

Dia mengatakan penularan virus corona di Kabupaten Lebak mengkhawatirkan, karena dipetakan masuk zona merah penyebaran Covid-19.

Masyarakat, katanya, jika keluar rumah wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun. Selain itu, katanya, masyarakat diminta menghindari kerumunan dan keramaian guna mencegah penyebaran Covid-19."Kami minta warga agar menyayangi diri sendiri, keluarga, dan orang yang dicintai agar mendisiplinkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai Covid-19," katanya.
 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT