Pemerintah akan Tanggung Biaya Hotel Bintang 3 untuk Isolasi Mandiri
TEMPO.CO | 12/09/2020 11:30
Menparekraf Wishnutama mengecek kesiapan hotel dalam menerapkan protokol kesehatan. Dok. Kemenparekraf
Menparekraf Wishnutama mengecek kesiapan hotel dalam menerapkan protokol kesehatan. Dok. Kemenparekraf

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional(PC-PEN) Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana pemerintah untuk menanggung biaya pemanfaatan hotel bintang 2 dan 3 untuk menampung isolasi mandiri pasien Covid-19.

"Kami akan terus menambah kapasitas tempat tidur, tenaga kesehatan, dan fasilitas pendukung atau obat-obatan,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis Sabtu, 12 September 2020.

Dia menuturkan, secara nasional kapasitas fasilitas kesehatan masih memadai. Hal ini tercermin dari tingkat keterisian tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU pada Rumah Sakit (RS) rujukan di 8 provinsi prioritas.

Dari seluruh tempat tidur yang ada di ruang ICU, rata-rata tingkat keterisian sebesar 46,11 persen. Sementara dari seluruh tempat tidur yang ada di ruang isolasi rata-rata tingkat keterisian sebesar 47,88 persen. "Dengan tingkat keterisian masih di bawah 50 persen artinya ketersediaan Tempat Tidur masih sangat cukup," ujarnya.

Pemerintah, kata dia, juga telah melakukan peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di Rumah Sakit rujukan dan RS non-rujukan pada Maret 2020 sampai Agustus 2020. Namun, peningkatan tersebut ternyata diikuti pula dengan peningkatan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

Khusus fasilitas di RS Wisma Atlet, masih terdapat ruang isolasi yang tersedia termasuk rencana optimalisasi beberapa tower yang ada. Tower yang dimaksud antara lain Tower 6 dan Tower 7 yang berfungsi sebagai RS dan Tower 5 sebagai flat isolasi mandiri.

Airlangga kembali menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga keseimbangan antara aspek kesehatan dan ekonomi. Setiap program pemulihan ekonomi, akan mengedepankan penerapan protokol kesehatan sebagai prasyarat utama dalam pelaksanaan program. “Pemerintah terus memberikan dukungan terhadap sektor kesehatan tercermin dari alokasi budget untuk sektor kesehatan sebesar Rp 87,5 Triliun di 2020 dan Rp 25,4 triliun di 2021,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu,  12 September 2020.

Baca juga: Airlangga Hartarto Jamin Tidak Ada Kapasitas Kesehatan yang Terbatas


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT