Anies: Mulai Besok Pasien Covid-19 Tak Boleh Isolasi Mandiri di Rumah
TEMPO.CO | 13/09/2020 16:29
Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS
Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan mulai Senin besok seluruh pasien baru Covid-19 harus menjalani isolasi mandiri di tempat yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Mulai besok semua yang ditemukan positif harus isolasi secara terkendali di tempat-tempat yang telah ditetapkan," ujar Anies dalam konfrensi pers secara virtual dari Balai Kota, Jakarta Pusat, Ahad 13 September 2020.

Anies menilai langkah tersebut perlu untuk meniadakan isolasi mandiri di rumah, karena berpotensi terjadinya penularan dan munculnya kluster rumah. Menurut dia banyak pasien Covid-19 yang belum memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menjaga dirinya agar tidak menularkan ke anggota keluarga yang lain.

Anies menyatakan jika pasien menolak, maka akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan dan aparat kepolisan dan TNI. "Bila kasus positif menolak isolasi di tempat yang ditentukan maka akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan bersama aparat penegak hukum," katanya.

Mulai Senin, 14 September 2020, DKI Jakarta memberlakukan PSBB ketat. Hal ini dilakukan mengingat jumlah kasus positif Corona yang terus meningkat. Anies menyebut kondisi Ibu Kota sudah mengkhawatirkan.

Untuk mengantisipasi membludaknya pasien, Anies mengatakan Pemerintah DKI telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat terkait lokasi untuk tempat isolasi tersebut. Tempatnya, yaitu di fasilitas isolasi mandiri Wisma Atlet Kemayoran, hotel, penginapan, atau wisma dan tempat lain yang ditunjuk oleh Gugus Tugas.

Selain itu kata Anies, saat ini Pemerintah DKI akan meningatkan kapasitas tracing kasus positif Covid-19, bagi warga yang termasuk dalam hasil pelacakan nantinya maka diwajibkan untuk tes Covid-19. Dia menyatakan kapasitas tes juga akan ditingkatkan agar kasus positif Covid-19 bisa dideteksi sedini mungkin sehingga bisa disegera diberi perawatan.

"Dengan testing yang banyak maka akan semakin banyak nyawa yang akan diselamatkan," ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT