JK: Mau Tak Mau Harus Ikut PSBB, Karena Faktanya Ada Peningkatan Kasus
TEMPO.CO | 14/09/2020 06:52
Sejumlah warga mengantre untuk memasuki area 'ring road' Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta, Ahad, 13 September 2020. Menjelang penerapan kembali PSBB total, masih banyak masyarakat yang melakukan olahraga dan beraktivitas di luar
Sejumlah warga mengantre untuk memasuki area 'ring road' Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta, Ahad, 13 September 2020. Menjelang penerapan kembali PSBB total, masih banyak masyarakat yang melakukan olahraga dan beraktivitas di luar rumah. ANTARA/Galih Pradipta

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat patuh terhadap keputusan DKI Jakarta menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Jadi, mau tidak mau, kita harus mengikuti PSBB karena memang faktanya terjadi peningkatan kasus. Sesuatu yang tegas harus dilaksanakan, kalau tidak, akan mencapai puncak lebih tinggi akan lebih berbahaya lagi," ujar JK lewat keterangan tertulis, Ahad, 13 September 2020.

JK juga menyoroti pertentangan yang sempat terjadi antara pemerintah DKI dan pemerintah pusat terkait pelaksanaan PSBB. Menurut JK, perdebatan ini hanya soal cara agar pemerintah bisa bersinergi.

"Jangan lupa presiden sendiri telah mengemukakan dengan lugas bahwa kesehatan harus diutamakan, jadi saya rasa pemerintah pusat dan provinsi tidak perlu saling bertentangan," ujarnya. 

Lebih Lanjut, Ketua PMI ini mengungkapkan yang terpenting saat pandemi ini adalah menangani Covid-19 terlebih dahulu, kendati berujung pada penurunan laju ekonomi.

“Ini kan masalah sebab akibat saja, yang menjadi sebab adalah pandemi Covid-19, yang berakibat turunnya ekonomi. Jadi sebabnya dulu yang diselesaikan. Ketika sebab utamanya hilang, maka ekonomi akan lancar lagi," ujar politikus senior Partai Golkar ini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT