Polemik PSBB Pusat Vs DKI, JK: Jangan Lupa Presiden Sudah Bilang Kesehatan Utama
TEMPO.CO | 14/09/2020 07:27
Petugas Dinas Perhubungan melakukan sosialisasi protokol kesehatan saat sejumlah warga tengah berolahraga di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 13 September 2020. PSBB total kembali diberlakukan lantaran melonjaknya jumlah kasus virus Corona di Jakarta.
Petugas Dinas Perhubungan melakukan sosialisasi protokol kesehatan saat sejumlah warga tengah berolahraga di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 13 September 2020. PSBB total kembali diberlakukan lantaran melonjaknya jumlah kasus virus Corona di Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengingatkan lagi bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah menyebut kesehatan lebih penting.

"Jangan lupa presiden sendiri telah mengemukakan dengan lugas bahwa kesehatan harus diutamakan, jadi saya rasa pemerintah pusat dan provinsi tidak perlu saling bertentangan," ujarnya lewat keterangan tertulis Ahad, 13 September 2020.

Pertentangan yang dimaksud Kalla adalah perdebatan antara Pemerintah DKI Jakarta dengan Pusat terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin kembali menerapkan pembatasan secara total. Namun, beberapa menteri Jokowi keberatan dengan usulan ini.

JK melihat, PSBB memang harus kembali berjalan. “Jadi, mau tidak mau, kita harus mengikuti PSBB karena memang faktanya terjadi peningkatan kasus. Sesuatu yang tegas harus dilaksanakan, kalau tidak, akan mencapai puncak lebih tinggi akan lebih berbahaya lagi," ujar JK.

Lebih Lanjut, Ketua PMI ini mengungkapkan yang terpenting saat pandemi ini adalah menangani Covid-19 terlebih dahulu, kendati berujung pada penurunan laju ekonomi.

“Ini kan masalah sebab akibat saja, yang menjadi sebab adalah pandemi Covid-19, yang berakibat turunnya ekonomi. Jadi sebabnya dulu yang diselesaikan. Ketika sebab utamanya hilang, maka ekonomi akan lancar lagi," ujar politikus senior Partai Golkar ini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT