Trending Bisnis: Rupiah Menguat Usai Pidato Jokowi Hingga Harga Pertalite Turun
TEMPO.CO | 15/09/2020 06:27
Presiden Joko Widodo mengukuhkan para pelajar SMA yang menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2020 di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 13 Agustus 2020. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo mengukuhkan para pelajar SMA yang menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2020 di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 13 Agustus 2020. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Senin, 14 September 2020, dimulai dari menguatnya nilai tukar rupiah usai pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait PSBB. Selain itu ada soal pernyataan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X soal diperlukannya langkah segera menciptakan keseimbangan sektor ekonomi dengan kesehatan di masa pandemi.

Ada juga berita tentang Menteri Luhut mengaku bersama dengan Doni Monardo yang diminta Presiden Jokowi menangani kasus Corona di sembilan provinsi dengan tingkat penyebaran virus tertinggi dalam waktu dua pekan. Selain itu ada berita perkiraan waktu lebih lama untuk mencairkan subsidi gaji tahap III dan harga Pertalite turun menjadi setara Premium selama promo di Tangerang Selatan. 

Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

1. Pasar Respons Positif Pidato Jokowi soal PSBB, Rupiah Menguat

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan menguat seiring respons positif pasar terhadap pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Rupiah Senin sore ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen menjadi Rp 14.880 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.890 per dolar AS.

"Hari ini pasar sudah mendapat jawaban positif dari Presiden Jokowi dalam sidang kabinet di Istana Merdeka, yang pada intinya kepala daerah jangan terburu-buru dalam memutuskan menutup wilayahnya untuk mencegah penyebaran Covid-19," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin, 14 September 2020.

Simak selengkapnya tentang Jokowi di sini. 

2. Yogya resesi karena pariwisata lesu, Sultan HB X Sebut Strategi Ala Kusir Andong

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan, yang paling mendesak untuk segera dilakukan di masa pandemi adalah menciptakan keseimbangan sektor ekonomi termasuk wisata dengan sektor kesehatan. Hal ini mutlak dilakukan terlebih di masa resesi seperti saat ini.

“Layaknya seorang kusir andong pemula, perlu belajar tarik-ulur tali kekang untuk mengendalikan arah dan laju lari sang kuda,” ujar Sultan saat mengumpulkan kalangan perbankan di DIY guna merumuskan strategi pemulihan perekonomian di masa pandemi Covid-19, Senin 14 September 2020.

Pernyataan Sultan menanggapi laporan pertumbuhan ekonomi DIY yang negatif sepanjang dua kuartal berturut-turut. Seperti Bali yang juga tergantung pada sektor pariwisata, kata Sultan, aktivitas perekonomian di dua daerah tersebut langsung melambat akibat berhentinya sebagian aktivitas manusia. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai minus 6,74 persen itu juga memicu inflasi yang rendah.

Simak selengkapnya tentang resesi di sini. 

3. Luhut Mengaku Diperintahkan Jokowi Tangani Covid-19 di 9 Provinsi dalam 2 Pekan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut dirinya dan Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo diperintahkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi menangani kasus corona di sembilan provinsi dengan tingkat penyebaran virus tertinggi dalam waktu dua pekan. Luhut merupakan Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Presiden perintahkan dalam waktu dua minggu kita harus bisa mencapai tiga sasaran, yaitu penurunan penambahan kasus harian, peningkatan recovery rate, dan penurunan mortality rate,” ujar Luhut dalam keterangannnya, Senin, 14 September 2020.

Sembilan provinsi yang dimaksud adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua. Menurut Luhut, akumulasi kasus Covid-19 di provinsi-provinsi tersebut, kecuali Papua, menyumbangkan 75 persen dari total jumlah positif corona. Angka ini setara dengan 68 peren dari kasus yang masih aktif.

Baca selengkapnya mengenai Luhut di sini.

4. Pencairan Subsidi Gaji Tahap III Bakal Lebih Lama, Ini Sebabnya

Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan Soes Hindharno mengatakan, kementerian membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencairkan subsidi gaji tahap III. Sebab, Kemenaker perlu data penerima bantuan subsidi yang harus diperiksa jumlahnya lebih besar dari tahap I dan tahap II, yaitu mencapai 3,5 juta orang calon penerima.

"Sesuai dengan petunjuk teknis (juknis), kami menggunakan empat hari kerja itu secara maksimal untuk melakukan check list terhadap data pekerja yang diserahkan oleh BPJS Ketenagakerjaan pada Selasa, 8 September 2020,” ujar dia dalam keterangan tertulis di laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan, Ahad, 13 September 2020.

Setelah dilakukan check list, kata Soes, data tersebut akan diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Kemudian, KPPN akan menyalurkan uang subsidi gaji tahap III tersebut kepada bank penyalur, yakni bank yang masuk menjadi anggota Himbara.

Baca selengkapnya tentang subsidi gaji di sini.

5. Harga Pertalite Diturunkan jadi Setara dengan Premium Rp 6.450 per Liter

PT Pertamina (Persero) menggelar promo diskon bahan bakar minyak atau BBM jenis Pertalite dari semula harganya Rp 7.650 per liter menjadi setara dengan Premium yakni Rp 6.450 per liter. Potongan harga ini sebagai upaya mempromosikan program green energi atau bahan bakar ramah lingkungan oleh perusahaan pelat merah itu.

Unit Manager Communication Relations dan CSR MOR III Eko Kristiawan, menyebutkan promo diskon tersebut hanya berlaku di Tangerang Selatan. ""Hal ini juga sejalan dengan cita-cita Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk menciptakan lingkungan yang sehat," kata Eko seperti dikutip dari siaran pers, Ahad, 13 September 2020.

Melalui berbagai promo, ucap Eko, Pertamina berharap masyarakat ikut berperan aktif menggunakan BBM yang lebih berkualitas. "Dan bersama-sama kita membirukan langit di Tangerang Selatan."

Baca selengkapnya mengenai harga Pertalite di sini.

Baca: Surat Bos Djarum ke Jokowi Soal PSBB Disebut Tak Terkait Kondisi Perusahaan


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT