Kemenperin: Dari Total Kasus Positif Covid, 2 Persennya dari Karyawan Pabrik
TEMPO.CO | 21/09/2020 05:30
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) didampingi Presiden Direktur PT Saniharto Enggalhardjo, Harsono Enggalhardjo (kanan) berbincang dengan pekerja saat mengunjungi perusahaan furnitur tersebut di Demak, Jawa Tengah, 9 Juni 2020. Saat m
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) didampingi Presiden Direktur PT Saniharto Enggalhardjo, Harsono Enggalhardjo (kanan) berbincang dengan pekerja saat mengunjungi perusahaan furnitur tersebut di Demak, Jawa Tengah, 9 Juni 2020. Saat melakukan kunjungan kerja ke PT Saniharto Enggalhardjo beberapa waktu lalu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa perusahaan ini telah mendapat kepercayaan luar biasa dari klien internasional yang artinya sudah mampu memenuhi kebutuhan dan selera pasar global serta tetap produktif dan aman dari COVID-19. ANTARA FOTO/AJI STYAWAN

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian mencatat dari total kasus positif Covid-19 saat ini sekitar 2 persen yang merupakan karyawan pabrik. Dari Kay

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan umumnya karyawan pabrik yang terpapar virus korona, penyebabnya berasal dari luar lingkungan kerjanya. Menurut dia, dari jumlah kasus positif akibat virus corona di Indonesia saat ini, yang merupakan karyawan pabrik sekitar dua persen. 

"Mungkin mereka di luar pabrik tidak memperhatikan protokol kesehatan ketika berkerumun. Karena saya yakin, penyebaran virus di perusahaan sangat minim. Kami telah mengimbau kepada pelaku industri agar juga memperhatikan kegiatan para pekerjanya di luar, baik itu sebelum atau sesudah mereka masuk pabrik," kata Agus melalui siaran pers, Minggu 20 September 2020.

Agus menuturkan Kemenperin bersama pemangku kepentingan terkait aktif berkoordinasi untuk dapat mengawasi penerapan protokol kesehatan di sektor industri. Dia mengimbau, para petugas di lapangan harus tegas untuk menindak bagi yang belum menjalani secara disiplin.

Di samping itu, Menperin menyampaikan, perusahaan yang sudah memegang Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) dinilai mampu meningkatkan produktivitasnya di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19.

"Ini terbukti dari Purchasing Managers' Index manufaktur yang mulai meningkat. Karena IOMKI ini menjaga bagian supply-nya agar tidak terganggu, baik untuk pasar domestik maupun ekspor,” ujar Agus.

Agus pun meminta agar pelaku industri di tanah air tetap optimistis menghadapi masa pandemi saat ini, dengan terus produktif dan inovatif.

Adapun Kementerian Perindustrian mencatat hingga awal September 2020, ada 17.967 Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) yang telah diterbitkan. Industri yang mendapat izin tersebut memiliki jumlah tenaga kerja sebanyak 5,13 juta orang.

Baca juga: Kemenperin Targetkan Program Subtitusi Impor Capai 35 Persen pada 2022


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT