PSBB Jilid 2, Rumah Makan hingga Tempat Pijat di Tanjung Priok Tutup Sementara
TEMPO.CO | 24/09/2020 02:17
Pengunjung beraktivitas di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Di awal pelaksanaan PSBB penuh di Jakarta, pusat perbelanjaan hanya buka sebagian. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Pengunjung beraktivitas di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Di awal pelaksanaan PSBB penuh di Jakarta, pusat perbelanjaan hanya buka sebagian. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, JAKARTA - Sebanyak 11 tempat usaha di Tanjung Priok, Jakarta Utara sudah ditutup sementara sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid kedua, Senin, 14 September 2020 lalu. Komandan Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Tanjung Priok, Evita, menyebut penutupan itu merupakan bagian dari upaya menekan penyebaran Covid-19. 

Evita menjelaskan, 11 tempat usaha yang telah ditutup sementara itu terbagi dalam beberapa jenis. “Mulai dari rumah makan, klinik kecantikan, perkantoran, hingga griya pijat,” kata dia dalam keterangan tertulis dari situs utara.jakarta.go.id pada Rabu malam, 23 September 2020. 

Menurut dia, penutupan sementara tempat usaha itu berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Covid-19, serta Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomo 33 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan PSBB Dalam Upaya Penanganan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta.

Penutupan dilakukan lantaran pengelola tempat usaha tak menerapkan protokol kesehatan, seperti rumah makan yang tak menyediakan fasilitas wastafel, antrean berjarak, atau masih melayani konsumen makan di tempat.

Adapun penutupan yang dilakukan berbeda-beda, mulai dari penutupan sementara selama 3x24 jam dan wajib menyediakan fasilitas protokol kesehatan hingga penutupan sementara selama aturan PSBB dicabut

 

Evita mengatakan sanksi berupa denda administrasi akan diberikan kepada tempat usaha yang kedapatan kembali melanggar protokol kesehatan. “Jika tidak maka akan kami kenakan sanksi denda administratif apabila kembali beroperasi. Sedangkan jenis usaha di luar sebelas sektor esensial wajib tutup sementara selama aturan PSBB berlangsung," ucap Evita. 

Baca juga: Uang Denda Pelanggaran PSBB di Jakarta Timur Mencapai Rp19,6 Juta

 

ADAM PRIREZA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT