Pelindo III Bangun Proyek Pelabuhan Penunjang Kawasan di Lombok dan Labuan Bajo
TEMPO.CO | 24/09/2020 04:30
Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi saat meluncurkan penerbitan dan bedah buku “Tol Laut Konektivitas Visi Poros Maritim Indonesia” secara virtual di Jakarta, Senin (21/9).
Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi saat meluncurkan penerbitan dan bedah buku “Tol Laut Konektivitas Visi Poros Maritim Indonesia” secara virtual di Jakarta, Senin (21/9).

TEMPO.CO, Jakarta – PT Pelindo III (persero) akan lebih banyak membangun aset yang terintegrasi dengan proyek kawasan khusus pemerintah, baik industri maupun pariwisata.

Juru Bicara PT Pelindo III (persero), Wilis Aji Wiranata, mengatakan entitasnya sedang berfokus menyelesaikan dua proyek fasilitas pelabuhan yang akan menunjang ekonomi Nusa Tenggara Timur, yaitu Terminal Gili Mas di Lombok, serta Terminal Multiguna Labuan Bajo

“Gilimas mendukung pariwisata Mandalika, sementara Multipurpose Bajo khusus untuk industri kargo,” ucapnya kepada Tempo.

Menurut Wilis, Pelabuhan Gili Mas yang investasinya mencapai Rp 550 miliar dibangun di area seluas 66 hektare yang memudahkan kapal pesiar panjang bersandar di ujung Teluk Lembar. Pelabuhan itu diproyeksikan menjadi dermaga terbesar di bagian timur Indonesia.

Adapun Terminal Multiguna Bajo dirancang menampung kapal raksasa, bahkan yang berkapasitas total 25 ribu tonase kotor (deadweight tonnage/DWT). Meski belum ingin merincikan, Wilis memastikan perseroannya memiliki pemetaan proyek pelabuhan baru untuk jangka panjang. “Sekarang kami mengembangkan pelabuhan eksisting, dari segi kapasitas dan pembaharuan peralatan.”

Corporate Communication Manager PT Pelindo II (persero), Dini Endiyani, mengatakan perusahaannya masih meninjau ulang rencana ekspansi yang dicanangkan di awal tahun akibat efek pandemi Covid-19. Perusahaan terpaksa menunda sejumlah proyek pembangunan, termasuk akuisisi bisnis pelabuhan di luar negeri.

Namun, pekerjaan yang masuk proyek strategis nasional dikecualikan, seperti Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat yang ditargetkan beroperasi akhir 2020, maupun Terminal Peti Kemas Kalibaru di areal Pelabuhan Tanjung Priuk.

“Kami juga sedang melanjutkan kerjasama pemanfaatan Pelabuhan Batu Ampar di Kepulauan Riau bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam,” ujarnya. “Tahun lalu sudah ada Head of Agreement untuk proyek itu.”

Kepada Tempo, Direktur Utama PT Pelindo I (persero), Dani Rusli Utama, belum berkomentar mengenai proyek jangka panjang, termasuk rencana pelabuhan terintegrasi dan alih kelola pelabuhan milik unit pelayanan teknis (UPT) Kementerian Perhubungan .

Saat ini perseroan masih mengembangkan fasilitas dua proyek strategis laut di Sumatera Utara, yakni Terminal Peti Kemas Belawan dan Terminal Kuala Tanjung. “Soal UPT masih kami pelajari mana saja lokasi yang efektif bila dioperasikan Pelindo I,” tuturnya.

FAJAR PEBRIANTO | MUHAMMAD HENDARTYO | YOHANES PASKALIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT