2 Skema Isolasi OTG Covid-19 di Hotel, Gratis dan Berbayar
TEMPO.CO | 24/09/2020 20:45
Kepala Dinas Kesehatan DKI, Widyastuti usai rapat bersama kepala rumah sakit se Jakarta dalam meningkatkan kewaspadaan wabah virus Corona di Balai Kota, Kamis 5 Maret 2020. Tempo/Taufiq Siddiq
Kepala Dinas Kesehatan DKI, Widyastuti usai rapat bersama kepala rumah sakit se Jakarta dalam meningkatkan kewaspadaan wabah virus Corona di Balai Kota, Kamis 5 Maret 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, pemerintah bakal menyiapkan hotel untuk tempat isolasi warga yang terinfeksi Covid-19. "Tempat isolasi di hotel sedang berproses," kata Widyastuti dalam diskusi daring, Kamis, 24 September 2020.

Widyastuti menuturkan Pemerintah DKI menyiapkan dua skema isolasi di hotel. Pertama adalah isolasi yang bakal ditanggung pemerintah dan isolasi dengan biaya sendiri.

Menurut dia, kemampuan warga yang terinfeksi virus corona beragam. Bagi warga dengan kemampuan finansial memadai bakal diarahkan untuk isolasi di hotel dengan fasilitas berbayar. "Untuk skema ini sedang kami koordinasikan dengan PHRI (perhimpunan hotel dan restoran Indonesia)."

Dengan menempatkan warga yang terinfeksi Covid-19, pemerintah juga bisa menggerakkan perekonomian. "Ini bukan masalah kesehatan saja. Kami juga sedang kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," ucapnya.

Rencana isolasi mandiri di hotel ini sudah disambut oleh anggota PHRI. Ketua PHRI DKI Jakarta Krisnadi mengatakan, 31 hotel telah mendaftar untuk dimanfaatkan sebagai lokasi isolasi mandiri orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

Dia berujar, hotel tersebut belum dipastikan dapat menampung pasien sebelum lolos verifikasi Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19.

"Nanti setelah selesai verifikasi baru ketahuan berapa yang benar-benar layak dan bisa untuk menampung pasien OTG," kata dia saat dihubungi, Kamis, 24 September 2020.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT