Pasien Covid-19 Membeludak, DKI Jajaki Kerja Sama dengan 26 RS Swasta
TEMPO.CO | 24/09/2020 20:28
Petugas bis sekolah DKI Jakarta yang antar-jemput pasien Covid-19 ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Dok. pribadi
Petugas bis sekolah DKI Jakarta yang antar-jemput pasien Covid-19 ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Dok. pribadi

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengungkap target menambah tempat tidur isolasi dan ICU pasien Covid-19 di 26 rumah sakit swasta. Kerja sama dengan rumah sakit swasta ini diharapkan dapat menampung pasien Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat. 

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI telah mengubah 13 rumah sakit umum daerah (RSUD) menjadi RS khusus Covid-19. Adapun saat ini telah ada 67 RS rujukan Covid-19 di Ibu Kota.

"Penambahan rumah sakit khusus karena angka positif terus meningkat. Kami pun kembangkan 13 RSUD akan total menjadi rumah sakit khusus Covid-19," kata Widyastuti dalam diskusi online, Kamis, 24 September 2020.

Widyastuti berharap kerja sama dengan RS swasta bisa menguatkan layanan rumah sakit di Ibu Kota untuk merawat pasien Covid-19. Selain itu, penambahan kamar isolasi dan ICU itu juga menjadi bagian dari proyeksi peningkatan jumlah pasien Covid-19.

"Tapi kami tetap berharap kamar yang kami sediakan itu jangan sampai terpakai," ujarnya.

Baca juga: Dinas Kesehatan DKI: Ruang ICU Pasien Covid-19 Sudah Terpakai 83 Persen

Widyastuti menuturkan pasien Covid-19 terus meningkat. Sehingga Pemerintah DKI perlu melakukan intervensi salah satunya dengan kembali mengetatkan PSBB.

Menurut Widyastuti, jika pemerintah tidak mengetatkan kebijakan PSBB maka berapa pun kapasitas rumah sakit yang ditingkatkan tidak bakal mampu menampung lonjakan penambahan pasien Covid-19. "Kami menghitung proyeksi tanpa PSBB akan kurang rumah sakit yang disediakan. Makanya selain disiapkan layanan kesehatan juga intervensi kebijakan kepada masyarakat," ucapnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT