Rapat Covid-19 di Bintan, 450 Kamar di Resort dan Hotel Terisi
TEMPO.CO | 25/09/2020 21:17
Beberapa menteri dan pimpinan lembaga saat konferensi pers dalam rapat koordinasi pimpinan, di Wisata Lagoi Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat, 25 September 2020. Foto: Yogi Eka Sahputra
Beberapa menteri dan pimpinan lembaga saat konferensi pers dalam rapat koordinasi pimpinan, di Wisata Lagoi Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat, 25 September 2020. Foto: Yogi Eka Sahputra

TEMPO.CO, Bintan - Hampir sebanyak 500 kamar resort hotel di Lagoi Bintan, Provinsi Kepri terisi dalam dua hari ini, 25-26 September 2020. Tamu yang berkunjung ke kawasan tersebut bukan wisatawan, tetapi ratusan peserta rapat koordinasi pimpinan kementerian dan pimpinan lembaga dengan agenda rapat pemulihan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Wan Rudi mengatakan, beberapa kamar yang terisi seperti di Cassia Bintan sekitar 200 unit kamar terisi, The Anmon Resort Bintan Lagoi sebanyak 200 orang. "Lalu di The Sanchaya juga ada sekitar 50 lebih kamar, ini resort untuk kelas middle ke atas," katanya, Jumat 25 September 2020.

Rudy mengatakan, dengan acara ini beberapa karyawan yang dirumahkan atau kerja siff, sekarang sudah mulai kerja penuh. "Kegiatan ini juga menunjukkan ke daerah lain atau negara lain, Bintan khusus lagoi bisa melaksanakan protokol kesehatan," kata dia.

Acara rapat tersebut berlangsung di kawasan Laguna Resort dengan sistem out door. Selama acara berlangsung seluruh peserta harus mengikuti rapid test terlebih dahulu.

Tidak hanya rapat terkait pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19, beberapa kementerian juga melaksanakan kegiatan lainnya, seperti kampanye “Indonesia Care” dan Protokol Kesehatan Pariwisata oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Kesehatan.

Selain itu, kegiatan lainnya adalah peninjauan ekspor produk pertanian Kelapa ke Jerman oleh Kementerian Pertanian, peresmian program Batam Bintan Karimun (BBK) murah oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Peninjauan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sektor pariwisata menjadi salah satu yang harus segera didorong untuk pemulihan. Selain banyak ekonomi daerah yang bergantung, sektor pariwisata juga paling mudah dan terbuka untuk menyerap tenaga kerja.

“Salah satunya, optimalisasi belanja pemerintah di sektor pariwisata dengan membuat event seperti Rakorpim hari ini, yang kita lakukan untuk mendorong dimulainya kegiatan wisata dan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) di lokasi destinasi wisata,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca juga: 4 Syarat Hotel Layak Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Yogi Eka Sahputra


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT