Perpanjangan PSBB Ketat di Jakarta, Fraksi Golkar DPRD: Jangan Disia-siakan
TEMPO.CO | 26/09/2020 07:47
Replika peti mati korban Covid-19 terlihat di pedestrian terowongan jalan Kendal saat jam pulang kantor di Jakarta, Jumat, 25 September 2020. Gubernur DKI Jakarta telah mengumumkan bahwa masa PSBB ketat di Jakarta diperpanjang hingga 11 Oktober 2020. TEMP
Replika peti mati korban Covid-19 terlihat di pedestrian terowongan jalan Kendal saat jam pulang kantor di Jakarta, Jumat, 25 September 2020. Gubernur DKI Jakarta telah mengumumkan bahwa masa PSBB ketat di Jakarta diperpanjang hingga 11 Oktober 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta -Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Golkar Basri Baco mendesak Gubernur DKI Anies Baswedan untuk segera melakukan upaya yang masif dan jitu selama perpanjangan PSBB ketat.

Hal itu demi menurunkan angka penularan Covid-19 di Ibu Kota. Sebab, kata Basri, jika Anies tidak segera melakukannya, maka kebijakan memperpanjang PSBB ketat saat ini akan sia-sia.

“Jangan sampai ketika PSBB Jakarta diperpanjang, ekonomi kita tidak bergerak, tetapi kesehatannya juga tidak membaik. Jangan jadi sia-sia. Karena apa? Ketika kita memperpanjang, ekonominya terganggu,” ujar Basri saat dihubungi Tempo pada Jumat, 25 September 2020.

Baca juga : Fraksi PKS Dukung Anies Baswedan Lanjutkan PSBB Ketat Sampai Kasus Covid-19... 

Pada Kamis, 24 September 2020 lalu, Anies Baswedan memperpanjang penerapan PSBB ketat hingga 11 Oktober atau selama 14 hari. Dia mengatakan bahwa keputusan itu harus diambil untuk menekan angka kasus positif Covid-19 agar tidak meningkat drastis.

Anies juga sempat mengatakan mengatakan bahwa sejak PSBB diterapkan, angka penularan Covid-19 mulai melandai. Bahkan, menurut dia, jika PSBB tidak diterapkan, maka angka kasus Covid-19 di DKI bisa mencapai 2.000 per hari pada pertengahan Oktober mendatang. 

Berdasarkan penilaian Basri, penurunan kasus Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini belum cukup signifikan, karena jumlah kasus per hari masih menyentuh angka 1.000, sehingga PSBB memang tidak boleh dilonggarkan. Padahal, kata dia, ketika masa PSBB diperpanjang, maka ada banyak hal yang harus dikorbankan, salah satunya ialah aktivitas ekonomi.

Oleh karena itu, dia mendesak Anies agar tidak menyia-nyiakan masa PSBB dan segera menjalankan langkah-langkah yang jitu untuk menanggulangi penyebaran virus corona. Ia berujar, selain meningkatkan performa pengawasan, pengendalian, dan penindakan protokol kesehatan, Pemprov DKI perlu melakukan berbagai inovasi baru yang efektif sekaligus masif.

“Pemprov seharusnya berani mengevaluasi diri, mengoreksi diri untuk bisa mencari konsep, sistem, formulasi yang jitu dan tepat untuk bisa menekan penularan Covid-19 ini,” ujar Basri Baco lagi.

ACHMAD HAMUDI ASSEGAF | DA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT