Genjot Angka Kesembuhan, Luhut Ingin Produksi Obat Covid-19 Dikebut
TEMPO.CO | 27/09/2020 13:25
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau PT Bintan Alumina Indonesia di Kepulauan Riau, Kamis, 2 Juli 2020. Luhut meminta perusahaan menjaga lingkungan. (Foto Humas Pemprov Kepri)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau PT Bintan Alumina Indonesia di Kepulauan Riau, Kamis, 2 Juli 2020. Luhut meminta perusahaan menjaga lingkungan. (Foto Humas Pemprov Kepri)

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta produsen farmasi nasional mempercepat produksi obat Covid 19, salah satunya Remdesivir. Hal ini perlu dilakukan, menurut dia, untuk meningkatkan jumlah pasien sembuh Corona.

“Harus diupayakan untuk segera produksi dalam negeri. Kita cari bahan-bahannya itu nanti, jadi jangan ada hambatan,” kata Luhut kepada Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, seperti dilansir dari keterangan tertulis, Ahad, 27 September 2020.

Luhut mengatakan bahwa demi kepentingan nasional, Bio Farma harus segera mengambil langkah cepat dan tepat agar bahan baku produksi nasional dapat segera dikerjakan. “Strateginya untuk kepentingan emergency dan kepentingan nasional. Kita harus cepat dan jangan terlalu kaku karena ini untuk kemanusiaan.”

Senada dengan Luhut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan setuju untuk mendukung semua riset yang dilakukan untuk memproduksi Remdesivir dalam negeri.

“Saya back up untuk kebutuhan obat apapun pasti akan kami dukung karena kami tinggal ajukan dan adakan bersama dengan BUMN. Bersama dengan BPOM kami akan koordinasi supaya segala sesuatu tepat sasaran, tepat waktu dan kita tidak membuat kebijakan yang justru kita tidak bisa menyelamatkan (pasien Covid-19) seperti apa yang Bapak (Menko Luhut) sampaikan,” kata dia.

Adapun Dirut Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengurus izin untuk memproduksi Remdesivir. Ia berujar ada dua cara yang dilakukan perseroan, antara lain mengadakan kerja sama dengan India. “Sementara kami akan melakukan uji klinis nanti kerja sama dengan BUMN,” kata Honesti.

Selain mengurus izin impor, perseroan juga sedang menggelar riset untuk produksi obat Covid-19 dalam negeri. Bio Farma, menurut Honesti, telah melakukan uji klinis skala pilot untuk produksi Remdesivir dalam negeri.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan pihaknya telah memproses izin uji klinis untuk Remdesivir. “Terkait bahan baku dari Tiongkok, kami sudah mencatat dan akan cari jalan yang terbaik dengan tetap menjaga aspek keamanan dan mutu,” ujarnya.

Baca juga: Kebut Produksi Remdesivir untuk Obat Covid-19, Bio Farma Tempuh Dua Cara


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT