Menhan Taiwan Pantau Gerakan Militer Cina di Pesisir Timur
TEMPO.CO | 29/09/2020 22:29
DF-41, sebuah rudal balistik antarbenua Cina, muncul pertama kali di depan umum saat parade militer Hari Nasiona Cina, 1 Oktober 2019, Beijing, Cina.[Jason Lee / Reuters]
DF-41, sebuah rudal balistik antarbenua Cina, muncul pertama kali di depan umum saat parade militer Hari Nasiona Cina, 1 Oktober 2019, Beijing, Cina.[Jason Lee / Reuters]

TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Taipei, Taiwan, mengatakan belum melihat tanda-tanda militer Cina mempersiapkan perang besar-besaran dengan pulau itu.

Itu akan terlihat jika militer Cina mengerahkan pasukan dalam jumlah besar di sepanjang pesisir timur, yang berhadapan dengan Taiwan.

Pernyataan ini keluar setelah militer Cina melakukan latihan militer berulang kali di dekat pulau itu. Otoritas Beijing menegaskan pulau itu adalah bagian dari Cina.

“Komunis Cina terus melanjutkan tindakan provokasi terhadap Taiwan. Namun, tidak ada tanda saat ini mereka siap melakukan perang berskala besar,” kata Yen De-fa, menteri Pertahanan Taiwan, kepada parlemen seperti dilansir Channel News Asia pada Selasa, 29 September 2020.

Yen mengatakan pasukan militer Taiwan mempertahankan status siaga tempur masa damai dan tidak meningkatkan status kesiagaan.

“Namun, dia berjanji pasukannya akan bertempur hingga orang terakhir untuk membela pulau itu,” begitu dilansir Channel News Asia.

Pemerintah Taiwan meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat dan mendapatkan pasokan senjata canggih seperti pesawat jet tempur F-16 dan sejumlah rudal canggih untuk menghadapi kemungkinan invasi militer dari Cina.

 

Sumber

https://www.channelnewsasia.com/news/asia/taiwan-china-war-drills-territroy-military-13160212

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT