Garap Gunung Emas Blok Wabu, Antam Rangkul Pemprov Papua
TEMPO.CO | 30/09/2020 05:22
Karyawan menunjukkan contoh emas batangan yang dijual di Butik Emas Logam Mulia, gedung Sarinah, Jakarta, 28 Mei 2018. Berdasarkan harga acuan kantor Antam Pulo Gadung, harga jual emas Antam pada perdagangan Senin (28/5) turun Rp 4.000 menjadi Rp 656 ribu
Karyawan menunjukkan contoh emas batangan yang dijual di Butik Emas Logam Mulia, gedung Sarinah, Jakarta, 28 Mei 2018. Berdasarkan harga acuan kantor Antam Pulo Gadung, harga jual emas Antam pada perdagangan Senin (28/5) turun Rp 4.000 menjadi Rp 656 ribu per gram, sementara harga "buyback" juga turun Rp 5.000 menjadi Rp 587 ribu per gram. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Inalum Orias Petrus selaku pimpinan holding BUMN pertambangan mengatakan pengelolaan gunung emas di Blok Wabu, Provinsi Papua, akan diserahkan kepada PT Aneka Tambang (Antam). 

"Dari Holding MIND ID, yang ahli emas adalah Antam, maka pengelolaan nantinya akan diserahkan kepada Antam," kata Orias dalam RDP dengan Komisi VI, DPR, di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan nantinya Antam akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dalam mengelola tambang emas tersebut.

Ia menjelaskan saat ini masih dalam tahap awal. Blok Wabu memiliki potensi emas yang diperkirakan mencapai 8,1 juta troy ounce.

Area tersebut merupakan lahan bekas PT Freeport , namun belum sempat dieksploitasi untuk diproduksi kandungannya.

Berdasarkan data yang dihimpun Antara, Blok Wabu dikembalikan Freeport kepada negara secara resmi pada 2015. Blok Wabu diperkirakan berisi potensi kandungan emas sebesar 4,3 juta ore. Namun lokasi Blok Wabu berada pada wilayah yang sulit diakses, meski cadangan emas cukup tinggi.

Baca juga: Bos Holding Pertambangan Beberkan Kondisi Perusahaan Selama Pandemi


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT