Dinkes DKI: Perilaku Masyarakat Kunci Kesembuhan Pasien Covid-19
TEMPO.CO | 02/10/2020 14:31
Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan kepada pasien COVID-19 berstatus OTG sebelum memasuki hotel di kawasan Mangga Besar, Jakarta, Senin, 28 September 2020. ANTARA/Dhemas Reviyanto
Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan kepada pasien COVID-19 berstatus OTG sebelum memasuki hotel di kawasan Mangga Besar, Jakarta, Senin, 28 September 2020. ANTARA/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengatakan perilaku masyarakat dan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan kesembuhan pasien Covid-19.

"Tingkat kesembuhan itu adalah partisipasi masyarakat yang perlu dijaga untuk tetap sehat," kata Widyastuti melalui siaran pers dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang diterima di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2020.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Wisma Atlet Bertambah 107 orang

Pada Kamis 1 Oktober 2020, DKI Jakarta menempati posisi teratas untuk penambahan kasus positif Covid-19 sekaligus pasien sembuh. Kasus positif Covid-19 bertambah 1.253 kasus, sedangkan pasien sembuh bertambah 1.122 orang.

Secara nasional, total konfirmasi positif Covid-19 pada Kamis, 1 Oktober 2020, 291.182 kasus dan pasien sembuh secara kumulatif berjumlah 218.487 orang.

Untuk penanganan Covid-19, terutama untuk seseorang yang dinyatakan positif dan tanpa gejala, Pemerintah DKI Jakarta tengah menyiapkan tiga wisma untuk isolasi. Selain itu, berkat kerja sama dengan pemerintah pusat dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia, sudah ada tiga hotel yang menjadi tempat isolasi bagi orang tanpa gejala, yaitu Hotel Ibis Mangga Dua, Hotel Ibis Senen, dan Hotel U Stay.

"Kami siapkan, tetapi kami tetap ingin jangan sampai ada yang sakit lagi. Pencegahan tetap menjadi nomor satu. Perubahan perilaku harus dikuatkan," katanya.

Sementara itu, Koordinator Operasional Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Kolonel (CKM) dokter Stephanus Dony mengatakan Tower 8 Wisma Atlet akan segera dibuka untuk tempat isolasi positif Covid-19, tetapi tidak di bawah pengelolaan pihaknya.

"Menurut hasil rapat akan menjadi manajemen sendiri, disatukan dengan hotel-hotel yang direncanakan akan ada 18 hotel," katanya.

Ia mengatakan dalam perencanaan awal, memang Tower 8 akan dibuka dan di bawah pengelolaan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran yang ada di bawah koordinasi Kesehatan Kodam Jaya.

"Kita mengikuti kebijakan saja. Namun, apapun itu, kita tetap sama-sama bekerja untuk penanganan Covid-19," kata Stephanus Dony.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT