Pekan Depan, Indofarma Jual Obat dengan Zat Aktif Remdemsir di Bawah Rp 2 Juta
TEMPO.CO | 03/10/2020 13:38
Obat yang siap didistribusikan di pabrik PT Indofarma (persero) Cibitung, Bekasi, Selasa (10/04). PT Indofarma akan melakukan investasi sebesar Rp 100 milliar untuk mengembangkan produksi generik dan herbal dan memenuhi kebutuhan bahan baku yang saat ini
Obat yang siap didistribusikan di pabrik PT Indofarma (persero) Cibitung, Bekasi, Selasa (10/04). PT Indofarma akan melakukan investasi sebesar Rp 100 milliar untuk mengembangkan produksi generik dan herbal dan memenuhi kebutuhan bahan baku yang saat ini 90% masih Impor. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Emiten farmasi PT Indofarma Tbk. (INAF) mengumumkan segera memasarkan Desrem, obat antivirus berbentuk serbuk injeksi liofilisasi yang mengandung zat aktif remdesivir. 

Direktur Keuangan Indofarma Herry Triyatno mengatakan perseroan bekerjasama dengan Mylan Laboratories Limited di Bangalore, India terkait dengan pengadaan obat antivirus tersebut.

“Obat branded berkualitas dari mitra kita Mylan dengan harga lebih terjangkau daripada yang ada di pasaran, di bawah Rp2 juta,” ungkap Herry kepada Bisnis, Sabtu 3 Oktober 2020.

Obat antivirus Desrem tersebut, lanjutnya, kemudian akan didistribusikan oleh PT Indofarma Global Medika, entitas anak perseroan pada pekan depan.

Disebutkannya lagi, bahwa modal kerja yang dikeluarkan perseroan untuk pengadaan Desrem akan sesuai dengan permintaan yang dibutuhkan.

“Untuk tahap awal tersedia 20.000 vial dan masih dapat memenuhi demand jika diperlukan,” sambungnya.

Herry juga menyatakan bahwa pihaknya memprioritaskan modal kerja untuk membantu kebutuhan masyarakat sesuai dengan komitmen perseroan memerangi Covid-19.

Sebagai informasi, Desrem adalah obat antivirus yang mengandung 100 miligram Remdesivir dalam setiap vialnya. Remdesivir yang awalnya adalah obat untuk pasien Ebola telah teruji dapat menghambat replikasi virus Covid-19 di dalam tubuh.

Desrem merupakan obat antivirus yang diproduksi oleh Mylan atas lisensi dari Gilead Science Inc. Foster City, Amerika Serikat. Penggunaan obat ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari Emergency Use Authorization (EUA) di Indonesia dan hanya diizinkan untuk penggunaan emergensi pada pasien Covid-19.

Berdasarkan surat yang disampaikan perseroan kepada Profesor/Dokter/Apoteker yang juga didapatkan Bisnis pada hari ini, disebutkan bahwa penggunaan obat ini hanya diperuntukkan bagi pasien di atas 12 tahun, memiliki berat badan 40 kilogram dan merupakan pasien Covid-19 yang dirawat inap di rumah sakit.

Adapun, sebelumnya emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) juga mengumumkan telah memasarkan Covifor atau Remdesivir bekerjasama dengan PT Amarox Pharma Global.

Dalam hal pemasarannya, KLBF menjual Covifor dengan harga Rp3 juta per dosis yang juga diperuntukkan bagi penggunaan khusus tenaga medis profesional.

Baca: Sentimen Kerja Sama Vaksin, Bagaimana Prospek Saham Kimia Farma dan Indofarma?


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT