10 Fakta Soal Covifor atau Remdesivir, Obat untuk Pasien Covid-19
TEMPO.CO | 05/10/2020 05:57
Seorang teknisi lab secara visual memeriksa botol berisi obat potensial virus corona remdesivir di fasilitas Ilmu Gilead di La Verne, California, AS 11 Maret 2020. [Gilead Sciences Inc / Handout via REUTERS]
Seorang teknisi lab secara visual memeriksa botol berisi obat potensial virus corona remdesivir di fasilitas Ilmu Gilead di La Verne, California, AS 11 Maret 2020. [Gilead Sciences Inc / Handout via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dan PT Amarox Global Pharma (Amarox) telah mengumumkan peluncuran obat antivirus Remdesivir (dengan nama dagang Covifor). Obat ini akan digunakan untuk pengobatan pai Covid-19 di tanah air.

Terbaru, Kalbe resmi mengumumkan harga Covifor turun, dari semula Rp 3 juta per vial menjadi Rp 1,5 juta per vial. "Kami sepakat untuk memberikan harga jual khusus obat Covifor," kata Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2020.

Tempo kemudian mengumpulkan sejumlah fakta mengenai obat ini, berikut di antaranya:

1. Hetero Asal India

Mitra dari Kalbe, yaitu Amarox, merupakan anak perusahaan dari Hetero. Hetero adalah salah satu perusahaan farmasi genarik terkemuka di India dan produsen obat antiretroviral terbesar di dunia.

Produk Covifor Injection diproduksi di fasilitas produksi Hetero yang modern dan mutakhir di Hyderabad, India. Produk ini sudah memenuhi standar yang telah disetujui oleh otoritas regulasi global yang ketat.

2. Emergency Use Authorization (EUA)

Kalbe juga mengatakan bahwa Amarox menjadi perusahaan pertama yang menerima izin edar dengan skema EUA untuk Remdesivir. Persetujuan ini datang dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesi (BPOM) setelah mereka menerima permintaan dari dokter ahli anak.

3. Tak Dijual Bebas

Adapun izin edar nya adalah untuk pengobatan pasien penyakit Covid-19 yang telah terkonfirmasi di laboratorium. Utamanya untuk orang dewasa atau remaja (berusia 12 tahun ke atas dengan berat badan minimal 40 kg) yang dirawat di rumah sakit. Jadi produk Covifor tidak dijual bebas, hanya digunakan di rumah sakit dengan rekomendasi dan pengawasan dokter.

4. Tiga Negara

Anggota Komita Nasional Penilai Obat BPOM Anwar Santoso juta mengatakan mereka telah melakukan tinjauan kritis obat berdasarkan hasil uji klinis di seluruh dunia. Hasilnya, obat ini memiliki efek klinis yang baik bagi pasien bergejala berat.

Obat ini juga sudah mendapatkan persetujuan pemakaian pada pasien di Amerika Serikat, Jepang, dan Australia. "Tidak ada alasan untuk menolak (permintaan edar)," kata Anwar.

5. Gilead Scienes Inc.

Dalam siaran persnya, Kalbe juga menuliskan bahwa pada Mei 2020, perusahaan biofarmasi asal Amerika Serikat, Gilead Sciences Inc. memperluas voluntary non-exclusive license kepada Hetero. Tujuannya memproduksi dan mendistribusikan Remdesivir di 127 negara, termasuk Indonesia dalam rangka memperluas akses ke pengobatan Covid-19.

6. 800 Ribu Dosis

Di India, Hetero adalah perusahaan pertama yang meluncurkan Remdesivir generik. Obat telah dipasok sekitar 800 ribu dosis obat untuk lebih dari 100 ribu pasien di berbagai negara.

Selain itu, perusahaan juga telah memasok Remdesivir ke Asia, Afrika, dan beberapa Negara Amerika Latin serta Commonwealth of Independent States (CIS), sebagaimana tercakup dalam perjanjian lisensi dengan Gilead.

7. Mengubah Peta Pengobatan

Kalbe pun juga menyebut bahwa Covifor pun telah mengubah peta pengobatan melawan Covid-19. Mengingat hasil klinis Remdesivir positif dalam hal keamanan dan memiliki efek yang baik dalam pengobatan Covid-19.

8. Alasan Harga Turun

Kini, harga sudah resmi turun menjadi Rp1,5 juta per vial. Harga diturunkan setelah mendengarkan masukan dari pemerintah, tenaga kesehatan dan pasien dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, harga turun karena kebutuhan terhadap pengobatan Covid-19 yang semakin besar.

9. Tak Hanya Kalbe Farma

Meski demikian, obat ini tak hanya diproduksi oleh Kalbe Farma. PT Indofarma Tbk pun ikut meluncurkan obat yang sama, tapi dengan nama dagang DESREM. Adapun Indofarma akan mengedarkan obat remdesivir bermerek DESREM produksi Mylan Laboratories Limited asal India. Harga jual di Indofarma yaitu Rp2 juta per dosis.

10. Digunakan Donald Trump

Di sisi lain, ada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang terkonfirmasi positif Covid-19. Trump rupanya juga diminta mengkonsumsi Remdesivir ini untuk melawan virus ditubuhnya.

Dalam keterangannya, Kalbe Farma memang menyebut bahwa Covifor telah disetujui oleh otoritas seperti US Food and Drug Administration hingga Europe Union.

Baca: Perang Harga Obat Covid-19 Dimulai, Remdesivir Bakal Lebih Murah


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT