Indofarma Akan Jual Obat Antivirus Remdesivir untuk Pasien Covid-19 Rp 1,3 Juta
TEMPO.CO | 05/10/2020 18:26
Aktivitas pekerja di pabrik obat PT Indofarma (persero) Cibitung, Bekasi, Selasa (10/04). PT Indofarma akan melakukan investasi sebesar Rp 100 milliar untuk mengembangkan produksi generik dan herbal dan memenuhi kebutuhan bahan baku yang saat ini 90% masi
Aktivitas pekerja di pabrik obat PT Indofarma (persero) Cibitung, Bekasi, Selasa (10/04). PT Indofarma akan melakukan investasi sebesar Rp 100 milliar untuk mengembangkan produksi generik dan herbal dan memenuhi kebutuhan bahan baku yang saat ini 90% masih Impor. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - PT Indofarma (Persero) Tbk. segera mendistribusikan obat antivirus untuk pasien Covid-19 yakni Remdesivir dengan nama dagang Desrem. Obat tersebut akan dijual dengan harga Rp 1,3 juta per vial (botol kecil) ke rumah sakit untuk pasien kondisi sedang hingga berat.

Direktur Utama Indofarma, Arief Pramuhanto, mengatakan, untuk bulan ini perseroan akan memasok sebanyak 400.000 vial. Selanjutnya, perseroan akan meninjau kembali harga jual obat Covid-19 itu sembari mendata kebutuhan dan permintaan pasar.

Menurut Arief biaya pokok untuk mendatangkan obat yang tengah ramai dibincangkan menyembuhkan pasien Covid-19 ini masih tergolong tinggi atau sekitar Rp 600.000. "Saat ini akan dijual Rp 1,3 juta sembari mendata kembali permintaan obat. Sehingga kami tahu harus memasok berapa dan memberi harga," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, Senin, 5 Oktober 2020.

Lebih jauh, Arief mengemukakan obat Covid-19 ini diproduksi oleh Mylan Laboratories Limited, atas lisensi dari Gilead Sciences Inc, Foster City dan United States of America. Remdesivir ini juga telah mendapat persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) di Indonesia.

Adapun PT Kalbe Farma Tbk. bersama PT Amarox Global Pharma (Amarox) juga resmi menurunkan harga Covifor obat Remdesivir di Indonesia usai merilis harga awal Rp 3 juta per vial.

Harga obat Covid-19 itu diturunkan hingga 50 persen menjadi Rp 1,5 juta per vial. Hal tersebut dikarenakan merespons masukan dari pemerintah, tenaga kesehatan dan pasien.

Kalbe Farma dalam pernyataan resminya, menyatakan penyesuaian harga ini sejalan dengan komitmen Kalbe bersama Amarox untuk mendukung pemerintah mengatasi pandemi Covid-19.

Selain itu Kalbe Farma mempertimbangkan semakin banyak pasien yang mendapat manfaat obat Covifor untuk penyembuhan penyakit Covid-19. Harga produk Covifor yang diproduksi oleh Hetero India, diimpor oleh Amarox dan dipasarkan serta didistribusikan oleh Kalbe Farma di Indonesia.

BISNIS

Baca: Perang Harga Obat Covid-19 Dimulai, Remdesivir Bakal Lebih Murah


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT