Minta Investor Bikin Laporan Penanaman Modal, BKPM: Sanksi Cabut Izin Jika Tidak
TEMPO.CO | 10/10/2020 11:31
Logo BKPM. BKPM.go.id
Logo BKPM. BKPM.go.id

TEMPO.CO, Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM bakal segera merilis data capaian realisasi investasi triwulan III 2020. Untuk mengejar target pencapaian investasi, BKPM meminta investor membuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal atau LKPM.

“Kami harap para pelaku usaha dapat bekerja sama dengan memenuhi kewajibannya menyampaikan LKPM,” ucap Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Imam Soejoedi dalam keterangan tertulis pada Jumat, 9 Oktober 2020.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan Peraturan BKPM Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, pelaku usaha wajib membuat LKPM dan menyampaikannya ke BKPM. Ketentuan ini dikecualikan bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan dan migas serta perusahaan yang izin penanaman modalnya sudah tidak aktif.

Imam menjelaskan, penyampaian LKPM triwulan III atau periode Juli-September 2020 akan dilakukan secara daring melalui situs resmi pelaporan investasi BKPM, yakni lkpmonline.bkpm.go.id atau oss.go.id. Penyampaian realisasi kegiatan permodalan akan ditutup hari ini, yakni 10 Oktober 2020.

“Jika sampai dengan batas waktu yang ditentukan investor belum juga memenuhi kewajibannya, BKPM akan memberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin yang telah diberikan,” ucap Imam.

Laporan realisasi investasi triwulan III akan diumumkan pada akhir Oktober nanti. Imam mengatakan capaian investasi dapat merefleksikan dinamika ekonomi Indonesia, terutama di masa pandemi Covid-19. Selain itu, LKPM dinilai sangat penting untuk memberikan ruang bila perusahaan mengalami hambatan dalam pelaksanaan proyeknya di lapangan.

Adapun pada triwulan II sebelumnya, realisasi investasi tercatat terkontraksi 4,3 persen. Meski demikian, ia meyakini capaian investasi triwulan III akan naik dibandingkan dengan triwulan II karena pemerintah telah melakukan pelbagai upaya untuk menjaga arus modal, baik bagi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri.

Imam menjelaskan, BKPM mengadopsi strategi-strategi guna menjaga iklim investasi, yaitu dengan memberikan fasilitas bagi perusahaan yang sudah beroperasi. Selain itu, BKPM diklaim telah memfasilitasi potensi perusahaan eksisting yang belum tereksekusi, mendatangkan investasi baru, dan memberikan insentif bagi perusahaan existing yang melakukan ekspansi.

“BKPM tetap optimis target realisasi investasi tahun ini sebesar Rp 817,2 triliun dapat tercapai,” katanya.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

Baca juga: UU Cipta Kerja Sah, BKPM Ungkap 14 Perusahaan Segera Relokasi Pabrik

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT