BUMN Siapkan Dua Obat untuk Penanganan Covid-19, Apa Saja?
TEMPO.CO | 11/10/2020 11:22
Favipiravir hasil produksi dari PT Kimia Farma, Tbk. (kiri) dan Desrem Remdesivir Inj 100mg akan segera dipasarkan oleh PT Indofarma, Tbk. Kredit: Bio Farma
Favipiravir hasil produksi dari PT Kimia Farma, Tbk. (kiri) dan Desrem Remdesivir Inj 100mg akan segera dipasarkan oleh PT Indofarma, Tbk. Kredit: Bio Farma

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Usaha Milik Negara di bidang farmasi mulai menyiapkan obat-obat yang dapat digunakan untuk penanganan Covid-19. Salah satunya adalah Favipiravir produksi Kimia Farma.

"Komitmen BUMN menghasilkan produk farmasi dari dalam negeri dan tidak lagi tergantung pada produk luar negeri sudah dilakukan oleh Kimia Farma. Kimia Farma kemarin sudah membuat obat penanganan Covid-19 bernama Favipiravir," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga dalam sebuah unggahan di akun instagram resmi @kementerianbumn, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Arya berharap, produk keluaran BUMN farmasi tersebut bisa menjadi tambahan obat Covid-19. Dengan demikian, Indonesia bisa mulai mengurangi ketergantungan akan produk luar negeri. "Sehingga ketergantungan akan obat impor semakin berkurang."

Selain itu, kata Arya, Indofarma juga sudah mulai mendistribusikan obat untuk penanganan Covid-19 yaitu Desrem Demdesivir. Obat tersebut ditujukan untuk para pasien rawat inap. Harapannya, obat-obatan itu bisa meningkatkan  kualitas penanganan pasien sekaligus mengurangi angka fatalitas akibat Covid-19.

Sebelumnya, Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto menyampaikan, produk yang akan dipasarkannya  dalam waktu dekat adalah Desrem Remdesivir Inj 100mg, yang telah mendapatkan persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) di Indonesia. Obat tersebut juga telah disetujui oleh BPOM melalui penerbitan Nomor Izin Edar yang sudah diterbitkan pada tanggal 30 September 2020.

"Desrem Remdesivir Inj 100mg akan mulai dipasarkan pekan ini, merupakan obat yang digunakan untuk penggunaan pada pasien rawat inap Covid-19 dalam kondisi sedang-berat. Kemudian untuk ketersediaan stok untuk bulan ini, sudah ada sekitar 400.000 vial dengan harga yang tentunya terjangkau oleh masyarakat", ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin, 5 Oktober 2020.

Direktur Keuangan Indofarma, Herry Triyatno mengatakan perseroan bekerja sama dengan Mylan Laboratories Limited di Bangalore, India terkait dengan pengadaan obat antivirus tersebut. “Obat branded berkualitas dari mitra kita Mylan dengan harga lebih terjangkau daripada yang ada di pasaran, di bawah Rp2 juta per vial,” ungkap Herry kepada Bisnis, Sabtu, 3 Oktober 2020.

CAESAR AKBAR | BISNIS

Baca juga: Indofarma Akan Jual Obat Antivirus Remdesivir untuk Pasien Covid-19 Rp 1,3 Juta

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT