Bio Farma Dinilai Mampu Kembangkan Vaksin, Erick Thohir: Kualitas Diakui Dunia
TEMPO.CO | 15/10/2020 05:30
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin Covid-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 4 Agustus 2020. Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin Covid-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 4 Agustus 2020. Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin Covid-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin. ANTARA/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan pemerintah Inggris memberi apresiasi pada pemerintah Indonesia yang mampu menekan dampak dari Covid-19. Sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, kesuksesan Indonesia dalam mengatasi laju pandemi Covid-19, akan berkontribusi signifikan.

Sebagai wujud dari apresiasi Inggris dan sejumlah negara dunia, kata Erick, wadah koalisi dunia untuk inovasi pencegahan epidemi atau Coalition for Epidemic Preparedness Innovations alias CEPI telah menempatkan perusahaan pelat merah Bio Farma dalam kategori organisasi yang kompeten dalam hal pengembangan vaksin Covid-19.

"Due dilligence yang dilakukan CEPI terhadap Bio Farma menunjukkan hasil positif, yang mana CEPI siap melakukan kerja sama dengan Bio Farma. Tentu hal ini merupakan apresiasi bagi semua peneliti, ahli farmasi, hingga seluruh pihak yang terlibat dalam usaha pengembangan vaksin asli Indonesia. Kualitas Biofarma sudah diakui dunia,” kata Erick dalam keterangan pers, Rabu, 14 Oktober 2020.

Rabu, Erick bersama dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan serangkaian pertemuan bilateral dan bisnis dengan pemerintah dan organisasi di Inggris. Perwakilan pemerintah Indonesia berjumpa menteri luar negeri Inggris Dominic Raab maupun otoritas yang terlibat dalam Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

Erick menilai hasil pertemuan dengan pemerintah Inggris sangat positif dalam kerangka usaha pemulihan kesehatan dan ekonomi pasca-Covid. Inggris dan Indonesia, kata Erick, sepakat bahwa kerja sama global adalah kunci sukses dalam melewati pandemi.

"Seperti disampaikan Ibu Menlu, bahwa semangat kerja sama penting untuk terus diperkuat di tengah tantangan besar yang dihadapi negara dunia, terutama di masa pandemi ini," ujar Erick.

Dalam kesempatan yang sama, Retno Marsudi mengatakan bahwa pemerintah bersama CEPI juga membahas peluang kerja sama strategis yang dapat dilakukan setelah masa pandemi. Atas gagasan tersebut, ia mengatakan CEPI memberikan respon positif.

Kerja sama yang dimaksud antara lain terkait pengembangan berbagai platform teknologi rapid vaccine dan imunoprofilaksis untuk melawan patogen yang tidak diketahui. Serta, melakukan riset dan pengembangan inovasi vaksin berpotensi epidemi atau pandemi.

CAESAR AKBAR

Baca juga: Menlu Retno Sebut CEPI Siap Kerja Sama dengan Bio Farma Produksi Vaksin Covid-19


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT