Trending Bisnis: Utang Jumbo RI Hingga Sri Mulyani Soal Pendidikan Tinggi
TEMPO.CO | 15/10/2020 06:39
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Rabu, 14 Oktober 2020, dimulai dari masuknya Indonesia ke dalam daftar 10 negara dengan utang luar negeri terbesar di dunia dan Sri Mulyani mengatakan saat ini hanya 9 persen masyarakat Indonesia yang mampu mengenyam pendidikan tinggi.

Selain itu ada rencana Perdana Menteri Jepang atau PM Jepang Yoshihide Suga berkunjung ke Indonesia, Kemenpan RB akan membuka penerimaan CPNS dengan kuota 1 juta pada tahun 2021. Ada juga berita tentang lima fakta terkait merger bank syariah BUMN. 

Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

1. Bank Dunia Sebut Indonesia Masuk Daftar 10 Negara dengan Utang Terbesar

Laporan International Debt Statistics (IDS) atau Statistik Utang Internasional menunjukkan Indonesia masuk ke dalam daftar 10 negara berpendapatan kecil dan menengah yang memiliki utang terbesar di dunia. Data tersebut dirilis Bank Dunia pada Selasa malam, 13 Oktober 2020.

Di dalam laporan itu terlihat Indonesia ada di posisi ketujuh dari 10 negara berpendapatan kecil dan menengah dengan utang luar negeri terbesar. Di atas Indonesia ada Meksiko dan Turki di urutan kelima dan keenam.

Sedangkan di urutan satu, dua dan tiga diduduki oleh Cina, Brasil dan India. Sementara itu, di bawah posisi Indonesia, ada Argentina, Afrika Selatan dan Thailand yang masing-masing menempati posisi kedelapan, kesembilan dan kesepuluh.

Sepanjang tahun lalu atau 2019, utang luar negeri Indonesia mencapai US$ 402,08 miliar atau sekitar Rp 5.910 triliun. Angka ini naik 5,92 persen dari posisi US$ 379,58 miliar atau Rp 5.579 triliun (dengan kurs Rp 14.700 per dolar AS) pada 2018.

Baca selengkapnya mengenai Bank Dunia di sini.

2. Sri Mulyani: Hanya 9 Persen Masyarakat Indonesia Mampu Tempuh Pendidikan Tinggi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan saat ini hanya 9 persen masyarakat Indonesia yang mampu dan memiliki keberuntungan untuk meneruskan ke jenjang pendidikan tinggi.

"Jadi kalian adalah elite 9 persen. Walaupun kalian mengatakan bahwa kalian hanya masyarakat biasa, namun kalian harus paham bahwa kalian adalah merupakan bagian kecil dari masyarakat Indonesia yang memiliki keberuntungan dan kemampuan untuk mengecap pendidikan tinggi," ujar Sri Mulyani dalam sambutannya pada acara Wisuda Akbar Politeknik Keuangan Negara STAN, Rabu, 14 Oktober 2020.

Sri Mulyani mengingatkan para wisudawan bahwa mereka adalah bagian kecil dari masyarakat Indonesia yang beruntung lantaran mampu mengecap pendidikan tinggi. Sehingga, mereka memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk terus membangun dan memperbaiki negara dan bangsa.

Baca selengkapnya mengenai Sri Mulyani di sini.

3. PM Jepang Yoshihide Suga Berkunjung ke Indonesia Pekan Depan

Perdana Menteri Jepang atau PM Jepang Yoshihide Suga akan bertandang ke Indonesia pada pekan depan untuk membahas kemitraan dua negara. Kunjungan tersebut merupakan lawatan perdana Suga setelah dilantik pada 16 September 2020.

“Ini akan bermakna strategis karena menjadi kunjungan pertama Perdana Menteri Jepang Suga ke luar negeri sejak dilantik. Kunjungan itu merefleksikan kemitraan yang terjalin erat antara Indonesia dan Jepang selama 60 tahun,” ujar Wakil Menteri Luar NegeriMahendra Siregar dalam konferensi virtual, Rabu, 14 Oktober 2020.

Mahendra berharap momentum kedatangan Suga dapat meningkatkan kinerja investasi di bidang perdagangan antara Indonesia dan Jepang. Selain itu, lawatan tersebut digadang-gadang mampu memperkuat kepercayaan dua negara untuk menjalin hubungan bilateral yang lebih solid.

Baca selengkapnya mengenai Yoshihide Suga di sini.

4. Kemenpan RB Sebut Buka Penerimaan 1 Juta CPNS di 2021

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) akan membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan kuota 1 juta pada 2021. 

Menpan Tjahjo Kumolo mengatakan penerimaan CPNS ini menjadi penting di masa krisis kesehatan, bukan hanya karena ada pandemi Covid-19 namun juga mengenai tingginya angka stunting dan kematian ibu anak (KIA) di Indonesia. Beberapa formasi CPNS yang akan dibuka, diantaranya ialah perawat, bidan, dokter umum, dokter spesialis, penyuluh pertanian, penyuluh perairan.

"Penerimaan CPNS 2021 satu juta dulu. Ini penting sebab soal stunting yang masih sangat tinggi," kata Tjahjo pada Rapat Koordinasi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kabupaten/kota di Makassar, Rabu, 14 Oktober 2020.

Baca selengkapnya mengenai CPNS di sini.

5. 5 Fakta tentang Merger Bank Syariah, Mulai Aset hingga Soal Nasib Karyawan

Proses merger bank syariah nasional dimulai dengan penandatanganan perjanjian penggabungan atau conditional merger agreement (CMA) pada Senin petang, 12 Oktober 2020. Ketiganya adalah PT Bank BRI Syariah (Tbk), PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

Proses penggabungan anak usaha bank milik negara ini ditargetkan rampung pada Februari 2021. “Setelah merger, bank syariah akan menempati posisi ketujuh atau atau kedelapan top ten perbankan di Indonesia,” ujar Ketua Tim Project Management Office (PMO) sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Hery Gunardi dalam konferensi pers yang dihelat secara virtual pada Selasa, 13 Oktober 2020.

Proses merger membutuhkan waktu relatif lama lantaran manajemen harus lebih dulu mengurus izin persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan. Manajemen pun mesti memperoleh restu dari pemegang saham melalui mekanisme rapat umum pemegang saham.

Baca selengkapnya mengenai merger bank syariah di sini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT