Trending Bisnis: Menkominfo Viral Hingga Faisal Basri Sebut 'Hantu' Omnibus Law
TEMPO.CO | 16/10/2020 06:26
Menkominfo Johnny G Plate saat mengikuti sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.
Menkominfo Johnny G Plate saat mengikuti sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Kamis, 15 Oktober 2020, dimulai dari tagar Menkominfo yang viral di Twitter usai debat soal UU Cipta Kerja dan Faisal Basri yang menyebut ada 'hantu baru' di dalam Omnibus Law. Selain itu ada soal Menteri Luhut yang mengakui ada kekurangan dalam beleid tersebut.

Ada juga soal rencana pembangunan jalan tol layang dalam kota pada awal 2022 serta respons Yusuf Mansur soal rencana merger bank syariah BUMN. 

Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

1. Buntut Debat Soal Omnibus Law UU Cipta Kerja, Tagar Menkominfo Viral di Twitter

Tagar atau hashtag Menkominfo masuk ke daftar trending topic di Twitter sejak Rabu malam sampai pagi hari ini, Kamis, 15 Oktober 2020. Hingga berita ini diunggah, terpantau sebanyak 3.676 cuitan yang menyertakan hashtag Menkominfo tersebut dan menjadikannya viral jadi pembicaraan di Tanah Air. 

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate terpantau terbanyak dibicarakan warganet terkait pernyataannya dalam diskusi soal Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di program Mata Najwa yang ditayangkan Rabu malam, 14 Oktober 2020.

Dalam acara itu, Johnny beradu argumen dengan Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI Asfinawati soal hoaks dan disinformasi mengenai RUU Cipta Kerja yang telah disahkan menjadi Undang-undang. 

Baca selengkapnya mengenai viral di sini.

2. Faisal Basri Sebut Akan Ada 'Hantu Baru' Omnibus Law yang Datang, Ini Maksudnya

Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri menanggapi rencana pembentukan sovereign wealth fund (SWF) atau yang disebut sebagai Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Lembaga ini diatur dalam Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja.

“Di Omnibus Law belum banyak yang bahas ada hantu yang akan datang, yang baru. Namanya sovereign wealth fund, disebut Lembaga Pengelola Investasi,” kata Faisal Basri dalam diskusi virtual bertajuk ‘Misteri Omnibus Law’ pada Kamis, 15 Oktober 2020.

Dia mengatakan, modal awal lembaga tersebut berasal dari APBN. Selain itu, aset BUMN juga akan dialihkan ke lembaga tersebut. “Jadi ini akan disuntik dananya, modal awalnya ya dari APBN,” Faisal Basri.

Baca selengkapnya mengenai Omnibus Law di sini.

3. Luhut Akui UU Cipta Kerja Ada Kekurangan Akan Dibenahi di Aturan Turunannya

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law tidak dikerjakan buru-buru karena inisiasinya bahkan telah dilakukan sejak ia menjabat sebagai Menko Polhukam pada 2015.

"Jangan dibilang buru-buru. Saya ingin mundur sedikit ya. Sejak saya Menko Polhukam, Presiden sudah perintahkan itu. Dia melihat, kenapa itu semrawut. Akhirnya kita cari bentuknya dan ketemulah apa yang disebut Omnibus ini," katanya dalam wawancara satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yang ditayangkan salah satu saluran televisi swasta, Kamis malam 15 Oktober 2020.

Luhut menuturkan kala itu ia mengumpulkan pakar-pakar hukum dalam inisiasi Omnibus Law. Namun, pembahasan baru benar-benar dikerjakan lebih lanjut setelah Pilpres 2019.
"Jadi tidak ada yang tersembunyi. Semua terbuka, semua diajak omong. Tapi kan tidak semua juga bisa diajak omong. Ada keterbatasan," katanya.

Baca selengkapnya mengenai Luhut di sini.

4. Jalan Tol Layang Dalam Kota Seksi B dan C Dibangun Awal 2022

Proyek jalan tol dalam kota sempat tersendat. Pembangunan tahap I seksi B rute Semanan-Grogol sepanjang 9,506 kilometer serta seksi C rute Grogol-Kelapa Gading berukuran 12,375 kilometer akan dibangun pada awal 2022 mendatang.

"Tahap 1 untuk seksi B dan C akan dimulai awal 2022. Itu dilaksanakan dalam 27 bulan," kata General Manager Teknik PT Jakarta Toll Road Development, Djadjat Sudradjat, ketika meninjau lokasi pembangunan tol seksi A rute Kelapa Gading-Pulo Gebang, di Jakarta Timur, Kamis, 15 Oktober 2020.

Proyek jalan tol dua seksi itu, yang direncanakan akan dibangun 2022 nanti ditargetkan selesai pada awal 2025. "Kita berencana B dan C akan dilaksanakan bersamaan, pararel untuk mempercepat penyelesaiannya," tutur Dradjat. Kini, proyek yang dikerjakan PT Jakarta Toll Road Development atau JTD itu tengah mengebut seksi A.

Baca selengkapnya mengenai jalan tol di sini.

5. Miliki Saham BRIS, Ini Kata Yusuf Mansur tentang Merger 3 Bank Syariah

Sebagai salah satu pemegang saham PT BRI Syariah Tbk. (BRIS), Ustad Yusuf Mansur buka suara terkait keputusan pemerintah untuk menggabungkan tiga bank syariah BUMN. Ia berharap, merger bank syariah ini dapat menguatkan kinerja sekaligus saham BRIS.

Melalui akun instagram yang dikutip Bisnis, Kamis 15 Oktober 2020, Yusuf Mansyur menyampaikan bahwa PT Bank Mandiri Syariah dan PT Bank BNI Syariah akan dilebur ke dalam BRIS. Kedua bank itu belum go public, namun dimiliki oleh bank induk yang sudah terbuka yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). 

"Bank Syariah Mandiri dimiliki Bank Mandiri (BMRI). BNI Syariah dimiliki bank BNI (BBNI). Kedua bank syariah itu belum go public, tetapi dimiliki induknya yg sudah go public. Kedua bank itu akan dilebur ke BRIS," papar Yusuf Mansur.

Baca selengkapnya mengenai Yusuf Mansur di sini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT