Pemerintah Resmi Bentuk IFG, Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan
TEMPO.CO | 20/10/2020 20:02
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis 2 Juli 2020. Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementeria
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis 2 Juli 2020. Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Financial Group (IFG) resmi ditetapkan sebagai holding BUMN perasuransian dan penjaminan. Hal ini merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke dalam Modal Saham PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) yang sekarang menjadi IFG.

“Sebagai BUMN holding perasuransian dan penjaminan, IFG akan menghadirkan perubahan di bidang keuangan khususnya asuransi, investasi, dan penjaminan yang akuntabel, prudent, dan transparan dengan tata kelola perusahaan yang baik dan penuh integritas," ujar Direktur Utama IFG Robertus BiIlitea dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2020.

Dengan konsolidasi aset sebesar Rp 72,5 triliun per Maret 2020, IFG memiliki sembilan anggota holding, antara lain PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Jasa Raharja, dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Grahaniaga Tata Utama dan PT Bahana Kapital Investa.

Robertus berujar sebagai salah satu pilar utama penggerak industri finansial di Indonesia, IFG berfungsi dalam menopang perekonomian nasional, melalui adanya transfer risiko, penguatan fungsi investasi dan perbaikan kelayakan kredit.

Ia mengatakan perseroan akan terus saling berkolaborasi dengan stakeholder maupun publik dalam upaya meningkatkan kinerjanya untuk melaksanakan mandat yang diberikan oleh Pemerintah. Selain itu, perseroan bakal memberikan kontribusinya pada pertumbuhan ekonomi, serta memberikan pengalaman dan layanan yang baik untuk mendapatkan kepercayaan jangka panjang bagi para nasabah dan mitra bisnis.

“Dengan sinergi yang kokoh bersama pemerintah dan seluruh anggota holding, IFG akan menjadi salah satu solusi terdepan dan terpercaya untuk meningkatkan stabilitas dan inklusi keuangan nasional, memperkuat daya saing di sektor asuransi dan penjaminan, serta memperkuat fungsi investasi dalam ekosistem asuransi nasional, terutama di dalam BUMN,” ujar Robertus BiIlitea.

Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah mengatakan IFG sebagai BUMN holding perasuransian dan penjaminan hadir tidak semata-mata hanya untuk meningkatkan aspek bisnis dari industri bisnis asuransi saja. perseroan juga melakukan konsolidasi bisnis-bisnis yang ada di dalam grup perseroan, melakukan kolaborasi, integrasi serta efisiensi di semua aspek bisnis IFG sebagai grup usaha.

"IFG juga memberikan komitmennya sebagai BUMN dalam melakukan penugasan-penugasan dari pemerintah seperti penyelenggaraan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam masa pandemi covid-19 ini,” ucap Rizal.

CAESAR AKBAR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT