Jasamarga Butuh Hampir 40 Tahun untuk Kembalikan Invetasi Tol Manado-Bitung
TEMPO.CO | 27/10/2020 07:30
Tol Manado Bitung. youtube.com
Tol Manado Bitung. youtube.com

TEMPO.CO, Manado - PT Jasamarga Manado Bitung (JMB) sebagai pengelola tol di Sulawesi Utara, membutuhkan waktu sekitar 40 tahun untuk mengembalikan biaya investasi yang digelontorkan untuk jalan tol Manado-Bitung.

"Nilai investasi tol Manado-Bitung sampai saat ini diperkirakan mencapai Rp 4,9 triliun," kata Dirut PT Jasamarga Manado-Bitung, George IMP Manurung saat konferensi pers penetapan tarif baru tol Manado-Bitung, ruas Manado-Danowudu, Senin, 27 Oktober 2020.

Bila dihitung kasar, kata dia, 'break even period' diperkirakan memakan waktu sekitar 39 tahun.

"Artinya dengan masa konsesi selama 40 tahun, menjelang akhir konsesi kita sudah kembali 'breakeven', jadi cukup lama," sebutnya.

George menambahkan, sesuai rencana bisnis, sebenarnya lalu lintas harian kendaraan pada jalan tol pertama di Sulawesi Utara itu sebanyak 14 ribu kendaraan setiap harinya. Akan tetapi sejak dioperasikan pada 29 September 2020 lalu dan belum dipungut tarif tol, lalu lintas mencapai 8.000-9.000 kendaraan per hari.

"Kami berharap setelah diterapkan pungutan tarif, lalu lintas kendaraan yang melintasi tol tidak berkurang," ujarnya.

Dia mengatakan pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap lalu lintas kendaraan yang melintasi tol karena masyarakat masih takut bepergian.

"Kita berharap Covid-19 segera mereda, ada vaksin sehingga masyarakat Sulut akan kembali beraktivitas seperti biasa," kata George.

Tarif tol Manado-Bitung ditetapkan sebesar Rp1.111 per kilometer setelah selama hampir satu bulan ini digratiskan. "Tarif tol ini mulai berlaku pada Jumat, 30 Oktober 2020," kata George.

ANTARA

Baca juga: Jasa Marga Minta Masyarakat Perhatikan Rambu di Tol Manado-Bitung


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT