Ini Catatan Polisi Soal Rufinus Tigau Jadi Target Aparat
TEMPO.CO | 30/10/2020 07:43
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono saat memberikan keterangan pers terkait gelar perkara kebakaran gedung Kejagung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Bareskrim Polri telah melak
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono saat memberikan keterangan pers terkait gelar perkara kebakaran gedung Kejagung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara di tahap penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung untuk mensinkronkan fakta yang diperoleh terkait insiden kebakaran. Dari hasil pemeriksaan, dugaan penyebab sementara kebakaran terjadi lantaran nyala api terbuka. Hasil itu didapatkan dari olah tempat kejadian perkara sebanyak enam kali. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Polri mengungkap sepak terjang salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Rufinus Tigau yang tewas setelah terlibat kontak tembak dengan Satgas Nemangkawi di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Senin 26 Oktober 2020.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono melalui keterangannya di Jakarta, menjelaskan bahwa kelompok Rufinus sudah menjadi target pengejaran TNI-Polri. Hal itu karena KKB di wilayah Jalai kerap membuat resah masyarakat.

"Rufinus Tigau merupakan anggota KKB. Kelompok bersenjata ini memang membuat resah masyarakat di kampung Jalai. Suka merampas harta masyarakat bahkan tak segan untuk membunuh," kata Awi, Kamis 30 Oktober 2020.

Awalnya Rufinus dan keluarga termasuk Katolik taat di kampung tersebut yang kemudian berlawanan pihak dengan keluarga karena paksaan KKB. Awi membeberkan fakta soal kekejaman Rufinus dari pihak keluarga yakni ayah tirinya yang bernama Antonius Abugau.

Wawancara Satgas Nemangkawi dengan Antonius menyebut Rufinus telah berubah sejak bergabung dengan kelompok KKB.

"Dari keterangan ayah tiri Rufinus bahwa memang anak tirinya ini berubah sejak gabung ke KKB. Kelompok ini selalu merampas, mengancam pemuda kampung Jalai bahkan sudah membunuh kepala suku kira-kira Agustus lalu karena membela mama-mama penjual di pasar yang ditindas mereka." kata Awi menirukan pernyataan ayah Rufinus.

Adik kandung Rufinus Tigau, Juius Abugau juga mengaku ikhlas atas meninggalnya sang kakak dalam kontak tembak dengan TNI-Polri.

Menurut pengakuan Juius kepada penyidik bahwa kakaknya telah bergabung dengan KKB sejak setahun silam. "Keluarga Rufinus sudah ikhlas tetapi marah dan ketakutan dengan kelompok KKB karena tabiat buruk mereka. Bersedih dan malu karena anak mereka bergabung KKB, meresahkan masyarakat setempat," ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT