PLN Terus Genjot Rasio Elefitrifikasi di RI, Begini Caranya
TEMPO.CO | 30/10/2020 07:27
PLN berhasil menuntaskan pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kiloVolt (kV) yang dijadikan backbone kelistrikan di Sumatera (sumber: PLN)
PLN berhasil menuntaskan pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kiloVolt (kV) yang dijadikan backbone kelistrikan di Sumatera (sumber: PLN)

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Zulkifli Zaini menyebutkan rasio elektrifikasi di Indonesia telah tumbuh 11 persen dalam 5 tahun terakhir. Adapun rasio elektrifikasi (RE) nasional hingga September 2020 telah mencapai 99,15 persen, lebih tinggi dari angka pada 2015 baru mencapai 88,3 persen.

Selama 75 tahun PLN beroperasi, kata Zulkifli, rasio elektrifikasi dalam negeri terus ditingkatkan mulai dari perkotaan hingga daerah 3T. Sementara rasio elektrifikasi merupakan jumlah perbandingan rumah tangga berlistrik baik listrik PLN maupun non PLN dengan total rumah tangga yang ada di suatu wilayah atau negara.

“Tujuh puluh lima tahun insan PLN terus bekerja keras, menghadapi berbagai tantangan untuk mewujudkan energi berkeadilan, menghadirkan terang untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Zulkifli seperti dikutip dalam siaran pers, Kami, 29 Oktober 2020.

Pertumbuhan rasio elektrifikasi dari tahun ke tahun juga sejalan dengan peningkatan jumlah desa yang terlistriki oleh PLN. Dalam lima tahun terakhir, sebanyak 12 ribu desa berhasil dilistriki. Pada 2015, jumlah desa berlistrik baru sebesar 70.391, meningkat menjadi 83.028 desa berlistrik pada September 2020.

Zulfikifli menambahkan, pembangunan infrastruktur listrik ke desa-desa terpencil terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan RE. Sebagai contoh, pada peringatan Hari Listrik Nasional ke-75 ini PLN berhasil menghadirkan listrik di 11 desa terpencil di Provinsi Riau.

Sebanyak 6 Desa berlistrik di Kabupaten Kampar yang diresmikan antara lain Desa Sungai Santi, Desa Kota Lama, Desa Kebun Tinggi, Desa Lubuk Bigau, Desa Tanjung Permai, dan Desa Pangkalan Kapas. Sedangkan 5 desa lainnya berada Kabupaten Indragiri Hilir yaitu Desa Sepakat Jaya, Desa Kuala Sungai Batang, Desa Bakau Aceh, Desa Bantayan, dan Desa Batang Tumu.

Untuk mewujudkan 11 desa berlistrik tersebut, PLN menggelontorkan dana sebesar Rp29,9 Miliar untuk membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 59,35 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 39,61 kms dan gardu distribusi sebanyak 19 buah dengan total daya 1.150 kiloVolt Ampere (kVA). Hadirnya listrik di 11 desa tersebut kini hampir 1.000 kepala keluarga dapat menikmati listrik.

Selain itu, upaya membangun jaringan listrik ke daerah 3T juga dilakukan di Sulawesi Tengah. Menjelang HLN ke-75 lalu, PLN juga berhasil melistriki empat desa yaitu di Desa Winangabino, Desa Lijo, Desa Sea dan Desa Parangisi yang berada di Kabupaten Morowali Utara.

Untuk melistriki empat lokasi terpencil ini, PLN mengeluarkan dana investasi sebesar Rp v12,8 Miliar untuk membangun JTM sepanjang 32,5 kms, JTR sepanjang 6,5 kms dan gardu distribusi sebanyak 6 buah dengan total 300 kVA.

Serta memiliki potensi pelanggan sebanyak 515 kepala keluarga dengan lebih dari 1.800 penduduk. Selain membangun infrastruktur listrik, PLN bekerja sama dengan banyak pihak untuk melakukan penyambungan listrik gratis bagi masyarakat tidak mampu.

BISNIS

Baca: PLN telah menyampaikan penawaran awal kepada Pertamina terkait penyediaan listrik dan uap tersebut. “


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT