Cegah Klaster Cuti Bersama, Ridwan Kamil Gelar Rapid Test Acak ke Wisatawan
TEMPO.CO | 30/10/2020 15:53
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan inspeksi dan operasi gabungan di Mall The Park Sawangan, Depok, Jawa Barat, Jumat, 2 Oktober 2020. Ridwan Kamil mulai berkantor di Depok untuk mempermudah proses pemantauan penanganan Covid-19 di wilayah Bog
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan inspeksi dan operasi gabungan di Mall The Park Sawangan, Depok, Jawa Barat, Jumat, 2 Oktober 2020. Ridwan Kamil mulai berkantor di Depok untuk mempermudah proses pemantauan penanganan Covid-19 di wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) sebagai penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Jabar. Depok juga sengaja dipilih karena sekaligus tengah menggelar pilkada serentak. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan sejumlah langkah pemerintah daerah dalam mencegah penyebaran Covid-19 saat libur dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW. Strategi itu dipaparkan kepada Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan via konferensi video, Jumat, 30 Oktober 2020.

Ridwan Kamil menuturkan sejumlah langkah cepat Pemprov Jabar tersebut, di antaranya pengetesan Covid-19 di sejumlah destinasi wisata dan pintu masuk Jabar. Menurut Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar itu, pemeriksaan dan tes dilakukan di 54 titik.

"Pengetesan dilakukan secara acak melalui metode tes cepat (rapid test). Apabila ada yang reaktif akan dilanjutkan dengan tes usap," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Terdapat 14 kabupaten/kota di Jabar yang kerap dikunjungi wisatawan saat libur panjang. Pengawasan penerapan protokol kesehatan pun dilakukan, termasuk pengetesan Covid-19.

Kang Emil menyatakan pengetesan Covid-19 amat krusial untuk menekan potensi kasus selama libur panjang dan cuti bersama agar tidak menjadi klaster baru. Ia meminta wisatawan dan pelaku perjalanan disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

"Kami bersama TNI dan Polri serta Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) terus berjaga semaksimal mungkin untuk memastikan protokol kesehatan dilakukan oleh masyarakat yang berlibur ke tempat wisata," ujar dia.

Selain itu, petugas keamanan akan memastikan pengelola destinasi wisata berkomitmen menjalankan protokol kesehatan, seperti membatasi jumlah pengunjung. "Intinya, masyarakat boleh berwisata, asalkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M tadi secara ketat dan disiplin,” kata Kang Emil.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan meminta pemerintah provinsi intensif mengampanyekan pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, khususnya di tempat-tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan.

"Upaya perbaikan terus didorong oleh pemerintah pusat, menyangkut protokol kesehatan dan isolasi terpusat. Saya mohon para kepala daerah agar tidak pernah bosan untuk menyampaikan protokol kesehatan 3M," kata Luhut.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT