100 Rumah Belum Dibebaskan di Lokasi Proyek Jakarta International Stadium
TEMPO.CO | 31/10/2020 12:35
Warga beraktivitas di rumahnya yang telah dibongkar karena terdampak proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di kawasan Papanggo, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Warga beraktivitas di rumahnya yang telah dibongkar karena terdampak proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di kawasan Papanggo, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Communication dan Commercial PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Arnold Kindangen mengatakan sekitar 100 kepala keluarga belum dipindahkan untuk pengembangan pembangunan Jakarta International Stadium atau JIS.

"Sekitar 100 kepala keluarga tersebut berada di Kampung Bayam. Tahun ini proses ganti untung untuk membebaskan rumah mereka selesai," kata Arnold saat dihubungi, Jumat, 30 Oktober 2020.

Arnold mengatakan total lahan yang dibebaskan di Kampung Bayam, Jakarta Utara ini dihuni sebanyak 604 kepala keluarga. Sebagian telah dibebaskan dan sebagian lagi masih dalam proses penghitungan oleh tim appraisal. "Tinggal sedikit lagi. Kami harap prosesnya lancar," ujarnya

Proses pembangunan lapangan sepak bola kelas internasional itu sedang dalam proses pemasangan rumput hybrid. Dua lapangan latih yang telah disiapkan saat ini dalam proses pemasangan rumput tersebut. "Akhir tahun ditargetkan selesai."

Pembangunan stadion milik Jakarta ini diproyeksikan rampung akhir tahun depan. Setelah selesai, stadion ini bakal menjadi kebanggaan warga Ibu Kota, bahkan Indonesia.

Selain itu, stadion ini juga diharapkan bisa menginspirasi banyak orang untuk mulai membangun dengan mengaplikasikan green building sebagai program sustainability, selain untuk berolahraga.

Arnold yakin pembangunan stadion ini bakal berkontribusi pada pemulihan ekonomi dengan banyak membuka lapangan kerja serta menjadi daya tarik pariwisata lokal dan mancanegara yang berpotensi turut menambah devisa negara.

Proses pembangunan lapangan di kawasan Jakarta Utara itu melibatkan sekitar 1.700 pekerja dan akan terus bertambah seiring dengan pergerakan pekerjaan. "Nantinya bisa sampai 5 ribu pekerja. Proses pembangunan masih terus berlangsung dengan memperketat protokol kesehatan," ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT