Jokowi Sebut Kesalahan Besar Bila Kaitkan Agama Dengan Terorisme
TEMPO.CO | 31/10/2020 16:50
Presiden Joko Widodo bersiap menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu 23 September 2020. Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan beker
Presiden Joko Widodo bersiap menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu 23 September 2020. Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyesalkan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengaitkan tindakan terorisme dengan agama Islam.

Indonesia, kata Jokowi, mengecam kekerasan yang terjadi di Kota Nice, Paris yang telah memakan korban jiwa. "Tapi, mengaitkan agama dengan tindakan terorisme adalah sebuah kesalahan besar. Terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apa pun," ujar Jokowi dalam konferensi pers, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut peristiwa penusukan yang menewaskan tiga orang di Kota Nice, Prancis sebagai insiden penyerangan yang disebutnya serangan teroris Islam.

Presiden Jokowi mengecam keras pernyataan Macron tersebut yang dinilai telah menghina agama Islam dan melukai hati umat Islam di seluruh dunia.

"Kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan," ujar Jokowi.

Adapun pernyataan Jokowi ini disampaikan setelah bertemu dengan tokoh-tokoh dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI),  Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) di Istana Merdeka, Jakarta pada Sabtu, 31 Oktober 2020.

DEWI NURITA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT