Survei: 4 Alasan Warga Depok yang Menolak Vaksin Covid-19
TEMPO.CO | 07/11/2020 04:32
Petugas kesehatan saat melakukan Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis, 22 Oktober 2020. Pemerintah Kota Depok menggelar simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP) dalam rangka p
Petugas kesehatan saat melakukan Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis, 22 Oktober 2020. Pemerintah Kota Depok menggelar simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP) dalam rangka persiapan vaksinasi yang rencananya akan dilaksanakan pada November dan Desember 2020 apabila sudah tersedia. Total vaksin yang akan diberikan pemerintah pusat sekitar 60 persen dari jumlah penduduk Depok, atau 1,4 juta jiwa. Untuk tahap awal, vaksinasi Covid-19 akan diberikan kepada 20 persen warga, atau sekitar 290 ribu orang dengan prioritas tenaga kesehatan dan petugas layanan publik. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Depok – Pejabat Sementara (PJs) Wali Kota Depok, Dedi Supandi mengatakan masih ada masyarakat Kota Depok yang belum mau disuntik vaksin Covid-19.

“Berdasarkan hasil survey kami, masih banyak masyarakat yang menolak vaksin, meski presentasenya relatif kecil,” kata Dedi saat dikonfirmasi Tempo, Jumat 6 November 2020

Baca Juga: Ridwan Kamil: Depok Kota Pertama di Jawa Barat Akan Terima Vaksin Covid-19

Meski tidak menyebut secara pasti jumlah yang menolak, Dedi mengatakan, ada empat alasan masyarakat yang menolak vaksin anti Covid-19. Yakni tidak yakin dengan efektivitas Covid-19, khawatir dampak terhadap tubuh, tidak percaya Covid-19, dan belum yakin atas kehalalan vaksin.

“Makanya kami terus melakukan sosialisasi,” kata Dedi.

Lebih jauh Dedi mengatakan belum mengetahui kapan vaksin dapat disebarluarkan. Pasalnya, Pemerintah Pusat masih melakukan penelitian terhadap vaksin tersebut di Badan Pusat Obat dan Makanan (BPOM).

“Informasinya itu masih diteliti di BPOM, apakah ini akan (selesai) November atau Desember atau awal tahun 2021, ini kewenangan pemerintah pusat. Intinya Depok kalau diminta November nerima vaksin sudah siap,” kata Dedi.

Dedi mengatakan 298 ribu masyarakat prioritas yang akan menerima vaksin anti Covid-19 di Kota Depok. “Pendataan sudah di dinas kesehatan, sesuai dengan klaster, yang resiko tinggi terpapar Covid-19 seperti pelayan kesehatan, TNI Polri dan sebagainya,” kata Dedi.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Pusat menjadwalkan vaksin anti Covid-19 mulai disebarkan kepada masyarakat paling cepat pada November 2020 ini. Kota Depok merupakan prioritas di Jawa Barat untuk pemberian vaksin Covid-19. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat kunjungan di Kota Depok pada Selasa 13 Oktober 2020.

“Kalau usulan saya disetujui (Pemerintah Pusat) maka bulan depan itu warga Depok sudah mulai ada yang divaksin,” kata pria yang karib disapa Kang Emil itu di Depok, Selasa 13 Oktober 2020.

Emil mengatakan, alasan menjadikan Kota Depok sebagai lokasi pertama pemberian vaksin anti Covid-19 karena, wilayah ini merupakan penyumbang terbesar kasus harian Covid-19 di Jawa Barat dan Bodebek. “Itu realitanya, jadi nanti Bodebek (Depok) didahulukan,” kata Emil.

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT