OJK dan Bank Mandiri Janji Bantu Pemulihan Ekonomi NTB Akibat Covid-19
TEMPO.CO | 08/11/2020 21:26
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

TEMPO.CO, Mataram - Bertemu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika Lombok Tengah, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, dan Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo membahas upaya pemulihan pemulihan ekonomi di NTB dari dampak pandemi Covid – 19.

Wimboh Santoso menawarkan perekonomian NTB bisa didorong dengan membangun kluster-kluster ekonomi yang terintegrasi dari hulu ke hilir sehingga meningkatkan nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan dan bisa menarik perhatian sektor jasa keuangan seperti perbankan ataupun pasar modal.

Pertemuan ini untuk melihat ruang-ruang yang OJK bersama industri jasa keuangan bisa bantu ekonomi NTB bangkit. ''Karena dampak pandemi ini harus diatasi dengan kebijakan yang tidak biasa,” kata Wimboh Santoso, dalam pertemuan yang digelar Ahad 8 Nopember 2020.

Menurut Wimboh, pemulihan ekonomi nasional bisa dipercepat dengan mendorong bergeraknya perekonomian di daerah yang masih memiliki banyak potensi sektor ekonomi untuk dikembangkan.

Gubernur NTB Zulieflimansyah menyambut baik kesiapan OJK, Bank Mandiri dan BPD NTB Syariah karena sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat NTB yang sudah dijalankan dalam berbagai program pembangunan seperti pengembangan Bumdes dan kawasan pangan. ''Mudah-mudahan dengan tawaran OJK ini kualitas ekonomi NTB semakin baik dan warga NTB bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” kata Zulkieflimansyah

Hingga 5 Agustus 2020 realisasi kebijakan restrukturisasi kredit di NTB sudah mencapai Rp1,35 triliun untuk 23.045 debitur bank umum. Sementara debitur BPR yang mendapatkan restrukturisasi 5.157 debitur dengan nilai Rp252,66miliar. Sedangkan restrukturisasi pembiayaan di NTB sudah diberikan kepada 50.888 kontrak dengan nilai Rp1,38triliun.

Secara nasional kebijakan restrukturisasi kredit yang dikeluarkan OJK pada Maret lalu telah berhasil menjaga stabilitas sektor jasa keuangan. Hingga 5 Oktober 2020  realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan mencapaiRp914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur yang terdiri dari 5,88juta debitur UMKM senilai Rp361,98 triliun dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp552,69triliun.

Kunjungan di NTB ini merupakan rangkaian kunjungan Ketua DewanKomisioner OJK untuk melihat langsung kondisi perekonomian daerah dan mendiskusikan program-program pemulihan ekonomi yang bisa dilakukan.

Direktur Utama  Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan siap memberikan likuiditas yang dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian NTB. ''Khususnya KUR dan pendanaan jangka panjang untuk membangun industri sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” ujarnya.

Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo mengatakan selama ini OJK sudah secara rutin memberikan dukungan terhadap upaya Bank NTB Syariah dalam menggerakkan perekonomian melalui berbagai program UMKM di sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan dan peternakan. “Selama ini memang ada keterbatasan dalam menampung produk-produk yang dihasilkan karena belum ada ekosistem yang dibangun,” ucapnya.

sebelumnya, Jum'at 6 Nopember 2020, Wimboh Santoso melakukan pertemuan dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat di Labuan Bajo, NTT dan Gubernur Bali I Wayan Koster di Denpasar.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT