Suharso Monoarfa Optimistis Jadi Ketua Umum di Muktamar PPP
TEMPO.CO | 09/11/2020 05:17
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi berbincang sebelum Sidang Kabinet Paripurna bersama Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. TEMPO/Subekti.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi berbincang sebelum Sidang Kabinet Paripurna bersama Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa menyatakan optimistis akan kembali terpilih memimpin partai ini sebagai Ketua Umum dalam Muktamar ke-9 PPP di Makassar pada Desember 2020.

Dalam rapat koordinasi daerah menjelang muktamar di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Suharso Monoarfa mengaku optimistis setelah rapat koordinasi dengan DPW-DPC Provinsi Bali, NTB, dan NTT itu.

"Kami dari DPW dan DPC Bali, NTB, dan NTT, mendukung Pak Suharso Monoarfa untuk kembali menjadi Ketua Umum pada saat muktamar ke-9 di Makassar pada Desember mendatang," kata Ketua DPW NTB Watiah, Ahad, 8 November 2020.

Suharso Monoarfa mengklaim selain Bali, NTB dan NTT yang memberi dukungan, tercatat setengah provinsi di Indonesia juga siap kembali mengusung dirinya untuk menduduki posisi Ketum PPP. "Di Makassar nanti saya akan membangun solidaritas antarkader PPP untuk lebih solid lagi," katanya. Ia berharap muktamar PPP di Makassar akan berjalan dengan aman dan tertib serta tidak ada konflik yang bisa merugikan jalannya muktamar dan PPP.

Lebih lanjut, Sekjen PPP Arsul Sani menyatakan tidak ada masalah ihwal Suharso yang dilaporkan kader PPP ke KPK soal dugaan gratifikasi pesawat jet pribadi.

"Pak Suharso Monoarfa menggunakan jet pribadi dalam kapasitas sebagai petinggi partai, bukan sebagai menteri atau pejabat negara (Kepala Bappenas). Itu kegiatan juga saat hari libur dan tidak untuk kepentingan negara," kata Arsul Sani.

Ia menambahkan tidak khawatir isu ini menjadi penghambat dukungan terhadap Suharso yang banyak mendapat dukungan untuk menjadi Ketua Umum PPP pada lima tahun mendatang.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT