Indofarma Andalkan Penjualan Vaksin Covid di Tahun Depan
TEMPO.CO | 12/11/2020 05:14
Favipiravir hasil produksi dari PT Kimia Farma, Tbk. (kiri) dan Desrem Remdesivir Inj 100mg akan segera dipasarkan oleh PT Indofarma, Tbk. Kredit: Bio Farma
Favipiravir hasil produksi dari PT Kimia Farma, Tbk. (kiri) dan Desrem Remdesivir Inj 100mg akan segera dipasarkan oleh PT Indofarma, Tbk. Kredit: Bio Farma

TEMPO.CO, Jakarta - Emiten farmasi PT Indofarma Tbk. (INAF) berharap pendapatan pada tahun depan terfokus pada penjualan vaksin Covid-19. 

Direktur Keuangan Indofarma Herry Triyatno mengatakan bahwa perseroan berencana untuk memaksimalkan penjualan vaksin Covid-19 yang diproyeksikan akan mulai terdistribusi pada awal tahun depan.

“Sekiranya semuanya lancar, pendapatan di 2021 akan terkonsentrasi pada penjualan vaksin,” ungkap Herry kepada Bisnis, Rabu 11 November 2020.

Hingga berita ini diturunkan, INAF sendiri belum merilis data laporan keuangan per September 2020. Akan tetapi, Herry memberikan bocoran bahwa target penjualan month to date sampai September 2020 sudah tercapai 90 persen dari target.

“Namun 50 persen dari target 2020 terkonsentrasi di kuartal keempat,” sambungnya.

Perseroan juga saat ini dinilainya masih berusaha untuk memenuhi target penjualan sebesar Rp1,645 triliun sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020.

Sebagai informasi, INAF memang bekerjasama dengan perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat yakni Novavax Inc. untuk pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia. Disamping itu, perseroan juga akan bertindak sebagai distributor untuk vaksin hasil kerjasama holding farmasi PT Bio Farma (Persero). 

Perseroan sebelumnya menyatakan bahwa dalam upaya pengadaan vaksin, pada prinsipnya, INAF memiliki jaringan distribusi dan trading yang sangat luas sehingga dapat membantu pengadaan vaksin Covid-19 massal di seluruh Indonesia. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT