Persiapan Moto GP, Luhut Minta Ada Simulasi Protokol Kesehatan di Mandalika
TEMPO.CO | 13/11/2020 09:58
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kiri) dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kiri) dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 13 Maret 2020. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan perlu ada simulasi protokol kesehatan dan keamanan di kawasan ekonomi Mandalika untuk menyambut perhelatan Moto GP. Mandalika rencananya bakal menjadi tuan rumah Moto GP pada 2021.

“Ini akan memperkecil kemungkinan terjadi kesalahan karena semua tahu siapa berbuat apa dan risikonya dapat dihitung dengan baik," ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 November 2020.

Simulasi protokol kesehatan dan keselamatan di destinasi pariwisata sebelumnya telah dihelat di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Simulasi ini merupakan cikal bakal bagi terbitnya standar operasional prosedur atau SOP di tengah pandemi.

Luhut mengatakan protokol kesehatan harus dilakukan secara terintegrasi antar-kementerian dan lembaga. Saat ini, terdapat 23 kementerian dan lembaga yang berkoaborasi dalam melaksanakan protokol tersebut.

Ke depan, Luhut menjelaskan, simulasi serupa akan digelar di destinasi superprioritas lain, utamanya daerah yang rawan bencana. Dia berpendapat Indonesia telah berubah menuju arah negara dengan destinasi wisata yang lebih baik. Dengan simulasi ini, pemerintah pun menurut dia telah menunjukkan kepada turis internasional bahwa negara siap menerima wisatawan kembali.

Luhut lantas meminta masyarakat ikut mensosialisasikan perubahan arah pariwisata Indonesia. “Karena banyak negara luar mengira kita seperti negara-negara underdeveloped," kata Luhut.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menerangkan, rasa aman merupakan hal paling penting bagi industri pelancongan. Dia menjelaskan pariwisata Indonesia akan didorong ke konsep yang lebih berkualitas.

“Memang untuk membuat pariwisata itu maju, bukan hanya infrastruktur, bukan hanya keindahan alam, bukan hanya budaya, bukan hanya masalah pemasaran, tapi kita juga bisa menciptakan rasa aman dan rasa nyaman bagi wisatawan," ujar Wishnutama.

Baca: Simulasi Protokol Kesehatan di Destinasi Wisata, Luhut: Indonesia Berubah


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT