Persinyalan LRT Jabodebek Hari Ini Diujicoba, Lokasi Stasiunnya?
TEMPO.CO | 15/11/2020 15:02
Foto udara Stasiun Light Rapid Transit Jabodebek di kawasan Cibubur, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Hingga Mei 2020 pembangunan LRT Jabodebek yang masih berjalan telah 71,2%. Untuk rincian progress pada setiap lintas pelayanannya yakni Lintas pelayana
Foto udara Stasiun Light Rapid Transit Jabodebek di kawasan Cibubur, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Hingga Mei 2020 pembangunan LRT Jabodebek yang masih berjalan telah 71,2%. Untuk rincian progress pada setiap lintas pelayanannya yakni Lintas pelayanan 1 Cawang-Cibubur 85,7%, Lintas pelayanan 2 Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 65,9%, dan Lintas layanan 3 Cawang-Bekasi Timur 64,8%. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi uji coba sistem persinyalan Kereta Ringan atau Light Rail Transit alias LRT Jabodebek.

Yakni dari Stasiun TMII-Stasiun Harjamukti, Cibubur pergi pulang (PP) untuk memastikan proyek pembangunan berjalan tepat waktu dan dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022.

"Hari ini saya bangga bahwa anak bangsa membangun LRT dengan kemampuannya sendiri. Seperti, PT Adhi Karya yang telah berhasil membangun konstruksi jalur yang telah mendapatkan MURI, PT LEN yang telah memberikan dukungan sistem dengan teknologi canggih, dan PT INKA yang membangun keretanya,” kata Menhub Budi Karya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 15 November 2020.

Baca juga : Teknologi LRT Jabodebek dapat Rekor MURI, Menhub: Contoh Inovasi Proyek Nasional

Menhub Budi menjelaskan Presiden RI Joko Widodo menginginkan di kota-kota besar harus ada angkutan massal, untuk itu pembangunan transportasi massal seperti LRT memerlukan kerja sama yang baik dari berbagai pihak terkait, terlebih di masa pandemi yang harus memastikan pembangunannya tetap berjalan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Dengan kerja sama yang luar biasa, kita bisa membangun transportasi perkotaan yang bermutu tinggi. Pembangunan ini juga harus selesai tepat waktu dan dilaksanakan dengan patuhi protokol kesehatan," ujarnya.

Dalam tinjauannya Menhub mengecek ruang kendali uji coba sistem persinyalan atau BOCC (Backup Operating Control Center) di Stasiun Harjamukti, Cibubur, serta membagikan masker ke pekerja yang menangani proyek LRT Jabodebek, agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pembangunan LRT Jabodebek Tahap 1 terdiri dari 3 (tiga) lintas pelayanan yaitu : lintas Cawang – Cibubur, Cawang – Dukuh Atas, dan Cawang – Bekasi Timur, dengan total panjang jalur sepanjang 44,43 Km yang melintasi 17 stasiun.

Hingga 6 November 2020, progres pembangunan LRT Jabodebek tahap I sudah mencapai 79,055 persen dengan rincian untuk Lintas Cawang-Cibubur 91,779 persen, Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 75,162 persen, dan Lintas Cawang-Bekasi Timur 72,983 persen.

Kehadiran LRT Jabodebek, diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan. Dengan headway atau waktu tunggu antar kereta 3-6 menit, waktu tempuh dari Cibubur sampai ke Dukuh Atas sepanjang 26 km dapat ditempuh selama 39 menit dengan kecepatan rata-rata 40 Km/Jam.

Sementara, waktu tempuh dari Bekasi Timur sampai ke Dukuh Atas sepanjang 30 Km dapat ditempuh selama 45 menit dengan kecepatan rata-rata 40 Km/Jam.

Sementara jika menggunakan kendaraan pribadi waktu tempuhnya bisa 2 sampai 3 jam. Dengan adanya LRT Jabodebek diharapkan masyarakat beralih ke LRT sehingga dapat mengurangi kemacetan dan lebih ramah lingkungan.

Proyek pembangunan LRT Jabodebek dilengkapi dengan teknologi yang modern seperti : U-SHAPED GIRDER yaitu Teknologi girder berbentuk U yang diadaptasi dari Systra Perancis karena desainnya yang ramping, menyesuaikan dengan ketersediaan ruang di Jakarta. Kemudian, LRB (LEAD CORE RUBBER BEARING) yang merupakan pengembangan dari Elastomeric Bearing (EB) yang berfungsi untuk mengisolasi struktur jembatan dari pergerakan tanah akibat gempa.

Proyek pembangunan LRT Jabodebek merupakan salah satu proyek strategis nasional, yang mulai dikerjakan oleh PT Adhi Karya sejak September 2015 dengan nilai proyek sebesar Rp 22,8 triliun yang terdiri dari dua tahap pengerjaan.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT